Pencarian

Xiaomi Masuk Bisnis Tukar Baterai EV Lewat Startup Xinglixing, Modal Naik ke Rp 346 Miliar

Selasa, 04 Agustus 2026 • 22:31:02 WIB
Xiaomi Masuk Bisnis Tukar Baterai EV Lewat Startup Xinglixing, Modal Naik ke Rp 346 Miliar
Xiaomi melalui Hanxing Venture Capital mencatatkan kepemilikan saham sekitar 23 persen di startup tukar baterai Xinglixing.

JAWA BARAT — Investasi ini digelar lewat Hanxing Venture Capital, perusahaan yang didukung Xiaomi, dan kini memegang sekitar 23 persen saham startup tersebut. Zhejiang Xinglixing sendiri baru berdiri Februari 2026 dan fokus pada pengembangan peralatan tukar baterai, pengelolaan aset baterai, hingga operasional stasiun swap. Langkah ini tercatat pada pertengahan 2026, berbarengan dengan peluncuran duo SkyNomad EREV sebagai lini terbaru mobil listrik Xiaomi.

Mengapa Xiaomi Butuh Teknologi Swap Battery?

Model bisnis tukar baterai menawarkan solusi atas keluhan utama pengguna EV: waktu pengisian daya yang lama. Alih-alih menunggu baterai penuh di stasiun charging, pengguna cukup menukar baterai kosong dengan yang sudah terisi penuh dalam hitungan menit.

Di Tiongkok, pasar EV terbesar dunia, ekosistem ini sudah dimulai oleh pemain besar seperti NIO, SAIC, dan CATL. NIO bahkan berambisi membangun jaringan swap battery terbesar di dunia. Dengan masuk lewat investasi di Xinglixing, Xiaomi tampaknya ingin menjaga opsi tetap terbuka tanpa harus langsung membangun infrastruktur mahal dari nol.

Peran Xinglixing: Fokus Layanan, Bukan Riset Teknologi

Menurut laporan Arena EV, Zhejiang Xinglixing akan lebih fokus pada layanan tukar baterai di tingkat regional, bukan menciptakan teknologi baru. Ini berbeda dengan pendekatan NIO yang membangun semuanya secara vertikal. Xiaomi tampaknya ingin mempelajari model bisnis dan operasional yang sudah berjalan di lapangan sebelum memutuskan langkah besar.

Perusahaan ini masih pemain baru, tapi restrukturisasi saham dan tambahan modal yang berhasil meningkatkan kapitalisasi dari RMB 100 juta menjadi RMB 130 juta menunjukkan ada keyakinan dari investor terhadap prospek bisnis ini.

Kapan Mobil Xiaomi dengan Fitur Swap Battery Rilis?

Jangan berharap fitur ini muncul dalam waktu dekat. Kapasitas produksi Xiaomi untuk menambah lini mobil swap battery belum tersedia. Kemungkinan besar teknologi ini baru akan hadir beberapa tahun ke depan, setelah Xiaomi mempelajari pasar dan menyiapkan infrastruktur pendukung.

Investasi ini lebih merupakan langkah antisipasi. Xiaomi masih mengandalkan model EREV dan EV konvensional untuk bersaing di pasar otomotif. Dengan kata lain, jajaran mobil listrik Xiaomi saat ini tetap menjadi andalan utama, sementara swap battery adalah tiket masuk untuk masa depan.

Dampak untuk Pasar Asia Tenggara dan Indonesia

Jika teknologi ini sukses di Tiongkok, bukan tidak mungkin akan merambah ke pasar global, termasuk Asia Tenggara. Namun, perlu dicatat bahwa infrastruktur swap battery membutuhkan investasi besar dan standarisasi baterai antar merek — dua hal yang belum tentu mudah diimplementasikan di kawasan yang masih bergulat dengan adopsi EV tahap awal.

Yang perlu diperhatikan: langkah Xiaomi ini masih berupa investasi strategis, bukan komitmen penuh untuk membangun jaringan swap battery. Sebagai konsumen, penting untuk tidak menafsirkan kabar ini sebagai kehadiran fitur tukar baterai pada mobil Xiaomi dalam waktu dekat.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks