Pencarian

Lucid Tunda Peluncuran EV Murah Cosmos ke 2027, Fokus Robotaxi Uber

Kamis, 06 Agustus 2026 • 05:11:31 WIB
Lucid Tunda Peluncuran EV Murah Cosmos ke 2027, Fokus Robotaxi Uber
Lucid resmi menunda peluncuran EV murah Cosmos hingga 2027, dengan fokus utama pada proyek robotaxi bersama Uber dan Nuro.

JAWA BARAT — Keputusan ini diumumkan dalam laporan pendapatan kuartal kedua perusahaan, Selasa (5/8). Padahal, Cosmos sempat diproyeksikan meluncur sebelum akhir tahun ini dengan harga mulai di bawah US$50.000 (sekitar Rp 825 juta). Model ini merupakan kendaraan pertama yang dibangun di atas platform EV "mid-size" generasi baru Lucid, yang dirancang lebih murah dan efisien untuk diproduksi massal.

Alasan di Balik Penundaan: Hindari Pengulangan Masalah Gravity

Napoli secara eksplisit mengakui bahwa Lucid selama ini kerap gagal memenuhi komitmen dan meluncurkan produk sebelum siap. Hal ini terlihat jelas pada SUV Gravity yang mengalami masalah kualitas build dan perangkat lunak. Bahkan, pendahulu Napoli, CEO interim Marc Winterhoff, sempat meminta maaf secara terbuka kepada para pemilik Lucid atas masalah tersebut.

"Kami tidak akan mengulangi kesalahan masa lalu dengan membawa produk ke pasar sebelum siap," tegas Napoli dalam panggilan konferensi dengan analis, pekan ini.

Penundaan ini menjadi pukulan telak bagi konsumen yang telah menantikan kehadiran Cosmos. Namun, bagi Napoli, risiko meluncurkan produk cacat jauh lebih besar daripada manfaat penjualan jangka pendek. Dia menyebut fokusnya adalah "meluncurkan produk yang tepat" daripada sekadar mengejar target waktu.

Dampak Berantai: PHK, Restrukturisasi, dan Hubungan Supplier

Keputusan ini bukan tanpa konsekuensi. Sejak resmi menjabat pada 1 Juni, Napoli telah mengambil langkah agresif untuk merombak perusahaan. Total pemangkasan tenaga kerja mencapai 18% pada Juni lalu, menyusul PHK 12% sebelumnya. Dia juga membatalkan shift kedua di pabrik Arizona karena permintaan yang lesu, termasuk untuk Gravity yang kurang laris dari perkiraan.

Di level manajemen, beberapa eksekutif kunci telah hengkang, termasuk Senior Vice President of Finance Gagan Dhingra. Napoli mengganti mereka dengan jajaran C-suite baru sebagai bagian dari misi penghematan biaya senilai US$1,4 miliar (sekitar Rp 23,1 triliun) hingga akhir tahun ini.

Penurunan volume produksi juga berpotensi mengganggu hubungan dengan pemasok. Dalam dokumen SEC, Lucid memperingatkan bahwa volume produksi yang lebih rendah dapat membuat pemasok menaikkan harga atau gagal memenuhi kewajiban kontrak. Meski demikian, perusahaan memastikan memiliki "likuiditas yang cukup hingga tahun 2027".

Robotaxi Uber-Nuro Jadi Prioritas "Harus Menang"

Dengan mundurnya Cosmos, sorotan kini tertuju pada proyek robotaxi yang ditargetkan beroperasi akhir tahun ini. Napoli menyebut proyek ini sebagai "prioritas utama dan proyek yang harus dimenangkan" bagi Lucid. Dalam kolaborasi ini, Uber telah memesan 10.000 unit Gravity yang akan disulap menjadi kendaraan otonom oleh Nuro, plus 25.000 robotaxi berbasis platform mid-size yang baru akan diproduksi pada akhir 2028.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi, mendukung langkah restrukturisasi Napoli. Dia menilai langkah tersebut "berani" dan "perlu" untuk kembali ke fundamental bisnis yang sehat. Saham Lucid sendiri sempat anjlok lebih dari 15% pada Rabu (6/8) menyusul proyeksi penjualan yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Bagi Lucid, satu tahun ke depan adalah masa transisi yang krusial. Keberhasilan proyek robotaxi dan fondasi platform baru akan menentukan apakah perusahaan bisa bangkit dari keterpurukan atau justru semakin tertinggal di pasar EV global yang makin kompetitif.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks