CIREBON — Kegiatan membaca di Kota Cirebon tak lagi hanya berpusat di perpustakaan daerah. Pemkot Cirebon kini menjangkau anak-anak di tingkat permukiman lewat ruang baca komunitas bernama Teras Ngabaca dan program dongeng bertajuk Festival Anak Riang dalam Dongeng Kemerdekaan.
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati mengatakan, kehadiran program ini untuk menumbuhkan rasa suka dan bakat minat anak terhadap buku. Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan pada literasi sejak dini di lingkungan tempat mereka bermain.
Mengapa Literasi Harus Hadir di Permukiman?
Farida menilai ruang baca berbasis masyarakat seperti Teras Ngabaca menjadi salah satu sarana efektif bagi pemerintah untuk menjangkau anak di tingkat lingkungan. Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini diharapkan membuat aktivitas membaca lebih dekat dengan dunia anak.
"Kita ingin hadir bersama-sama, bagaimana menumbuhkan rasa suka dan bakat minat anak dalam membaca buku," kata Farida di Cirebon, Senin.
Menyesuaikan Diri dengan Era Digital
Pola literasi yang dikembangkan Pemkot Cirebon tak hanya mengandalkan buku fisik. Farida menyebut anak-anak kini memperoleh informasi dari berbagai sumber digital, sehingga pengenalan literasi harus mengikuti perkembangan teknologi.
"Literasi memang tidak hanya dari buku saja. Sekarang sudah masuk ke era digitalisasi, sehingga anak-anak juga perlu dikenalkan dengan berbagai bentuk literasi," ujarnya.
Dongeng sebagai Medium Pendidikan
Selain ruang baca, Pemkot Cirebon menyiapkan Festival Anak Riang dalam Dongeng Kemerdekaan. Program ini mengangkat dongeng sebagai medium untuk membawa pesan pendidikan dan literasi dalam suasana yang dekat dengan anak.
Farida menegaskan, kegiatan literasi perlu dikemas sebagai pengalaman yang menyenangkan. Dengan begitu, anak tidak hanya mengenal buku, tetapi terdorong untuk membaca, berimajinasi, serta mengembangkan minat dan bakatnya.
"Kita ingin anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan, bisa mengenal cerita, berimajinasi, dan tetap merasa bahagia," kata dia.
Pemerintah daerah akan melibatkan perangkat daerah terkait dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas ruang literasi bagi anak. Farida juga mengapresiasi masyarakat yang telah menghadirkan Teras Ngabaca sebagai ruang belajar dan aktivitas anak di lingkungan permukiman.