SUKABUMI — Semangat kemerdekaan diwarnai aksi kepedulian di Kota Sukabumi. Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid menyambangi Ponpes Dzikir Al-Fath untuk menyerahkan bantuan sekaligus meninjau langsung program pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu di tengah perayaan HUT ke-81 RI.
Kegiatan sosial ini tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan simbolis. Ketua Umum Garda Mawar itu secara spesifik menyoroti skema beasiswa penuh yang dijalankan pesantren, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Beasiswa Penuh Hingga Penyaluran Kerja
Fauka menilai program yang dijalankan Ponpes Dzikir Al-Fath memiliki dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Menurutnya, skema ini tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi lulusan.
"Terbukti bahwa program-program yang dijalankan oleh Ponpes Dzikir Al-Fath ini benar-benar membantu Pak Presiden, karena membuka lapangan pekerjaan. Kemudian menerima dan menampung anak-anak yang tidak mampu untuk sekolah dan semuanya gratis. Ini salah satu program Astacita. Ini sangat luar biasa," kata Fauka kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.
Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH. M. Fajar Laksana, menjelaskan bahwa komitmen tersebut dijalankan tanpa memungut biaya sepeser pun dari santri. Bahkan, fasilitas tempat tinggal dan konsumsi juga ditanggung penuh oleh yayasan.
"Ponpes Dzikir Al-Fath memberikan beasiswa penuh di seluruh provinsi di Indonesia. Kemudian di tingkat perguruan tinggi diberikan beasiswa penuh, makan dan tinggal gratis, dan disalurkan kerja," jelasnya.
Festival Pencak Silat dan Benteng Budaya Lokal
Rangkaian acara kian semarak dengan kehadiran Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, beserta Wakapolres. Mereka hadir dalam Festival Pencak Silat Aliran Sang Maung Bodas yang digelar di lingkungan pesantren.
Kapolres menilai ajang ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan seni bela diri tradisional kepada generasi muda. Ia menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga fisik, melainkan media pembentukan karakter dan kedisiplinan.
"Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Selain menjadi ajang silaturahmi, festival ini juga menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk melestarikan seni, budaya dan tradisi yang ada di Sukabumi," ujar Sentot.
Di sisi lain, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan program-program pemerintah. KH. M. Fajar Laksana berharap informasi yang akurat sampai ke masyarakat sehingga tidak mudah terpengaruh kabar bohong atau hoaks yang kerap beredar.