JAWA BARAT — Hollyland memperkenalkan lini produk terbarunya di Jakarta melalui acara Hollyland We Connect SEA, Sabtu (29/8). Lewat distributor resminya, PT Denka Pratama Indonesia, brand asal China ini meluncurkan Pyro 7 Ultra, Solidcom SE 2, Solidcom C1 Air, Lark M3, dan Lark A2. Kelima perangkat ini dirancang untuk menjawab kebutuhan produksi yang berbeda, dan yang menarik, semuanya hadir dengan fitur yang lebih spesifik dibanding pendahulunya.
Pyro 7 Ultra: Monitor Nirkabel 4K dengan Latensi Rendah
Pyro 7 Ultra adalah wireless monitor 7 inci yang menggabungkan fungsi monitoring dan transmisi video dalam satu perangkat. Layarnya punya tingkat kecerahan hingga 1.500 nits, yang artinya tetap terbaca jelas saat dipakai di luar ruangan dengan sinar matahari terik.
Untuk transmisi, perangkat ini mendukung pengiriman sinyal hingga 4K/60fps melalui WiFi. Yang lebih penting, latensinya diklaim hanya sekitar 20 ms pada mode Focus 1080p. Angka ini cukup rendah untuk kebutuhan produksi yang menuntut sinkronisasi antara audio dan visual secara presisi.
Dua Intercom untuk Komunikasi Kru: Solidcom SE 2 dan C1 Air
Untuk komunikasi antar kru produksi, Hollyland menghadirkan dua sistem intercom baru. Solidcom SE 2 adalah sistem full-duplex dengan frequency hopping otomatis. Artinya, perangkat ini bisa berpindah frekuensi secara otomatis untuk menghindari interferensi, dan dibekali dual-mic ENC hingga 20 dB untuk meredam noise di lokasi syuting yang bising.
Sementara Solidcom C1 Air menawarkan desain open-ear yang lebih ringan, hanya 42 gram. Dengan jangkauan hingga 300 meter, perangkat ini cocok untuk kebutuhan live event dan broadcast di area yang luas, di mana komunikasi harus berjalan terus-menerus tanpa gangguan.
Lark M3: Mikrofon untuk Produksi Multi-Narasumber
Di kategori audio, Lark M3 menjadi produk yang paling menarik perhatian. Sistem ini mendukung hingga empat transmitter dan empat receiver dalam satu sistem, dan bisa merekam empat track secara independen secara bersamaan. Ini bukan sekadar mikrofon biasa—ini alat yang dirancang untuk kebutuhan podcast dengan banyak host, wawancara dengan beberapa narasumber, atau produksi yang membutuhkan beberapa sumber audio terpisah.
Lark M3 juga dibekali AI noise cancellation dengan tiga tingkat pengaturan. Fitur ini memungkinkan pengguna menyesuaikan tingkat peredaman suara sesuai kondisi lingkungan, bukan hanya sekadar on/off.
Lark A2: Mikrofon Ringkas dengan Safety Track
Untuk kebutuhan yang lebih praktis, Lark A2 hadir sebagai mikrofon lavalier wireless dengan desain ringkas. Fitur utamanya adalah safety track -6 dB, yang berfungsi mencegah clipping ketika suara yang direkam terlalu keras. Ini penting untuk merekam vokal yang dinamis—misalnya saat narasumber tiba-tiba berteriak atau berbicara dengan volume tinggi.
Mikrofon ini juga punya AI noise cancellation tiga tingkat dan fast charging. Klaimnya, dengan pengisian lima menit saja, Lark A2 bisa dipakai untuk merekam sekitar satu jam.
Yang Perlu Diperhatikan
Hollyland belum mengumumkan harga resmi untuk kelima produk ini. PT Denka Pratama Indonesia hanya menyebut bahwa semua produk baru akan tersedia mulai September mendatang.
Ketiadaan informasi harga ini penting dicatat. Untuk produk sekelas Pyro 7 Ultra yang menggabungkan monitor dan transmiter, kita perlu menunggu apakah harganya kompetitif dibanding membeli monitor dan transmiter terpisah. Begitu juga dengan Lark M3 yang jelas menyasar pasar prosumer—harga akan sangat menentukan apakah produk ini layak dipertimbangkan dibanding sistem mikrofon multi-track lain yang sudah ada di pasaran.
Satu catatan lain: klaim latensi 20 ms dan jangkauan 300 meter masih perlu diuji di lapangan. Angka-angka ini biasanya diukur dalam kondisi ideal tanpa banyak halangan fisik. Untuk kebutuhan produksi yang serius, pengujian real-world tetap diperlukan sebelum memutuskan membeli.