Pencarian

Gubernur Dedi Mulyadi Tertibkan Alih Fungsi Lahan di Sukamakmur Bogor

Rabu, 06 Mei 2026 • 15:49:13 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi Tertibkan Alih Fungsi Lahan di Sukamakmur Bogor
Gubernur Dedi Mulyadi meninjau penertiban alih fungsi lahan di kawasan perbukitan Sukamakmur, Bogor.

BOGOR — Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini memprioritaskan pemulihan kawasan pegunungan, aliran sungai, dan danau di wilayah Bogor untuk mengembalikan fungsi lingkungan yang rusak. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya frekuensi banjir dan longsor akibat perubahan tata ruang yang tidak terkendali di kawasan penyangga.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa eksploitasi lahan yang mengabaikan kelestarian alam harus segera dihentikan. Menurutnya, banyak lahan yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air dan penahan longsor justru beralih fungsi menjadi kawasan permukiman.

“Lahan-lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan air dan penahan longsor, kini banyak berubah fungsi. Ini berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana,” ujar Dedi pada Selasa (05/05/2026).

Mengapa Bogor Berperan Vital Bagi Jakarta dan Bekasi?

Kondisi lingkungan di Kabupaten Bogor tidak hanya berdampak pada penduduk setempat, tetapi juga menentukan stabilitas wilayah tetangga. Dedi menekankan bahwa kerusakan alam di Bogor akan menciptakan efek domino yang merugikan daerah hilir seperti Jakarta, Bekasi, hingga Karawang.

Ia menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk melihat Bogor sebagai benteng perlindungan ekologis regional. Jika wilayah perbukitan dan serapan air di Bogor terus tergerus, potensi bencana besar di wilayah sekitarnya sulit untuk dihindari.

“Bogor bukan hanya untuk warga Bogor. Bogor menjaga Bekasi, Karawang, dan Jakarta. Jika Bogor rusak, dampaknya akan dirasakan luas,” tegasnya.

Dampak Alih Fungsi Lahan Perbukitan di Sukamakmur

Salah satu titik yang mendapat perhatian serius adalah wilayah Sukamakmur. Perubahan bentang alam di kawasan perbukitan tersebut kini mulai menunjukkan dampak negatif yang nyata, mulai dari meluapnya debit sungai hingga ancaman tanah longsor di berbagai titik.

Pembangunan perumahan di area lereng dan perbukitan Sukamakmur dinilai tidak sesuai dengan peruntukan lahan hijau. Dedi mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga kelestarian alam demi menjamin kehidupan yang lebih aman dan sejahtera bagi generasi mendatang.

“Bogor untuk semua, bukan hanya untuk warga Bogor,” kata Dedi menutup pernyataannya.

Bagikan
Sumber: aktualita.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks