KUNINGAN — Gelombang penolakan muncul merespons wacana pengembangan sarana pendidikan atau cabang Pondok Pesantren (PP) Al-Zaytun di wilayah Kabupaten Kuningan. Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komite Pemuda Asli Kuningan (KOMPAK), Kiky Rizky Febrian, S.H., baru-baru ini.
Langkah tersebut diambil setelah mencermati dinamika sosial serta aspirasi yang berkembang luas di masyarakat Kuningan saat ini. Kiky menegaskan bahwa menjaga ketentraman warga menjadi prioritas utama di atas rencana ekspansi lembaga pendidikan tersebut.
Desakan Evaluasi Perizinan kepada Pemkab Kuningan
KOMPAK meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan beserta instansi terkait untuk bersikap lebih selektif dalam memberikan izin. Pengkajian mendalam mengenai dampak sosial dianggap krusial sebelum proyek pembangunan tersebut berjalan lebih jauh.
Upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadinya gesekan antar-kelompok di wilayah berjuluk "Kota Kuda" tersebut. Kiky menyebutkan bahwa pengawasan ketat terhadap perizinan merupakan langkah preventif agar tidak timbul polemik berkepanjangan yang merugikan daerah.
Menjaga Harmoni Sosial dan Nilai Religi Lokal
Penolakan ini didasari oleh pertimbangan tatanan nilai religi dan sosial yang sudah mengakar kuat di Kuningan. Kehadiran lembaga pendidikan baru diharapkan selaras dengan prinsip-prinsip yang dipegang teguh oleh para ulama serta tokoh masyarakat setempat.
Setiap pembangunan di daerah harus membawa kemaslahatan tanpa memicu keraguan atau keresahan warga. Harmoni sosial yang selama ini terjaga dengan baik menjadi alasan utama organisasi ini mengambil posisi berseberangan dengan rencana pembangunan cabang pesantren tersebut.
Komitmen Pengawalan Isu Melalui Jalur Dialog
Meski menyatakan sikap menolak, KOMPAK memastikan akan tetap mengedepankan cara-cara santun dalam menyampaikan aspirasi. Organisasi ini berkomitmen mengawal isu tersebut melalui koridor hukum yang berlaku dan mengedepankan ruang dialogis.
“Sikap ini kami ambil murni sebagai bentuk kecintaan kami terhadap tanah kelahiran Kuningan. Kami ingin memastikan bahwa setiap pembangunan di daerah kita membawa kemaslahatan dan ketenangan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada keraguan sedikit pun di dalamnya,” ujar Kiky Rizky Febrian SH.