CIAMIS — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Banjar-Banjarsari, tepatnya di Jembatan Bistir Citalahab, Dusun Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Insiden ini melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B 4397 STC dan sebuah truk tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina.
Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit, Balita dalam Kondisi Sehat
Tiga orang korban langsung dievakuasi ke RS Patroman Medical Center (RS Banjar Patroman) di Kota Banjar untuk mendapatkan perawatan medis. Mereka adalah Isa Fajar Gunawan (31), istrinya Nur Suci Oktavia (34), dan anak mereka yang masih berusia balita. Ketiganya merupakan warga Kampung Srengseng, No. 50, Jayakarsa, Jakarta Selatan.
Sopir Ambulans Klinik Amal Bakti Kertahayu, Ade, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kondisi korban sudah mulai membaik. “Fajar mengalami luka-luka pada bagian kaki, sementara istrinya mengalami luka robek di bagian belikat. Sedangkan anaknya yang masih balita kondisinya sehat, bahkan sekarang sudah bisa berlari-lari,” terang Ade saat dihubungi, Sabtu malam.
Kronologi: Niat Mendahului dari Lajur Kiri Berujung Kecelakaan
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, peristiwa bermula saat korban mengendarai motor dari arah Banjarsari menuju Kota Banjar. Sesampainya di area Jembatan Bistir Citalahab, pengendara motor berniat mendahului truk tangki BBM yang berada di depannya.
“Menurut keterangan saksi, pemotor ini mencoba masuk dari lajur sebelah kiri truk tangki. Karena ruang yang sempit, motor akhirnya tersenggol badan truk lalu terjatuh ke aspal,” jelas Ade.
Keputusan menyalip dari sisi kiri—yang berlawanan dengan aturan lalu lintas pada umumnya—menjadi faktor utama terjadinya insiden ini. Ruang yang sempit di area jembatan membuat manuver tersebut berakhir fatal.
Pengemudi Truk Sempat Berhenti, Kernet Datang ke Klinik
Sesaat setelah kecelakaan, truk tangki BBM tersebut sempat berhenti. Pengemudi dan kernet turun untuk melihat kondisi korban, namun tak berselang lama truk melanjutkan perjalanan ke arah Banjar. Ade menambahkan, saat pasien pertama kali dibawa ke Klinik Amal Bakti, kernet truk sempat datang.
“Saat pasien hendak dirujuk ke RS Banjar, dia hanya bertanya mau dibawa ke mana. Saya jawab ke RS PMC,” ungkapnya. Sang kernet mengaku akan menyusul pihak korban ke rumah sakit. Namun hingga berita ini diturunkan, perwakilan dari truk tangki BBM Pertamina tersebut belum terlihat di RS PMC.
Pelajaran dari Kecelakaan di Jembatan Bistir Citalahab
Kecelakaan di Pamarican ini kembali mengingatkan pentingnya kesabaran dan kewaspadaan saat berkendara, terutama di tikungan dan area jembatan yang memiliki ruang terbatas. Manuver mendahului dari sisi kiri kendaraan besar seperti truk tangki sangat berisiko karena area blind spot pengemudi truk cukup luas.
Hingga berita ini diturunkan, ketiga korban masih menjalani perawatan di RS Patroman Medical Center. Sementara itu, pihak kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penyelidikan kecelakaan lalu lintas ini.