CIAMIS — Satu bangku kosong di kelas I SD Negeri 2 Salakaria akhirnya terisi. Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, itu hanya menerima satu siswa baru pada tahun ajaran 2026.
Total peserta didik di sekolah tersebut kini tercatat sebanyak 31 anak, tersebar dari kelas I hingga kelas VI. Jumlah itu jauh dari kapasitas ideal sebuah sekolah dasar negeri di daerah pedesaan.
Warga Sekitar Didominasi Pasangan Lansia
Kepala SD Negeri 2 Salakaria mengungkapkan bahwa minimnya siswa baru bukan karena kualitas sekolah, melainkan faktor demografi. Wilayah sekitar sekolah didominasi oleh pasangan lanjut usia yang anak-anaknya sudah dewasa dan tidak lagi tinggal di kampung.
"Warga yang tinggal di sekitar sekolah merupakan pasangan lanjut usia yang sudah tidak memiliki anak usia sekolah," demikian penjelasan dari pihak sekolah kepada Antara di Ciamis, Rabu (15/7/2026).
Kondisi Kelas dan Aktivitas Belajar Mengajar
Meski jumlah murid minim, proses belajar mengajar tetap berjalan normal. Para siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di ruang kelas yang tersedia. Suasana sekolah terlihat lengang namun tetap kondusif untuk kegiatan belajar.
Kondisi serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di Ciamis. Beberapa sekolah dasar di wilayah pedesaan Jawa Barat juga mengalami penurunan jumlah siswa akibat urbanisasi dan perubahan struktur kependudukan.
Nasib Sekolah di Tengah Sepinya Peminat
SD Negeri 2 Salakaria tetap beroperasi seperti biasa. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis belum memberikan pernyataan resmi terkait masa depan sekolah dengan jumlah murid sangat minim seperti ini.
Di sisi lain, keberadaan sekolah tetap menjadi penting bagi warga sekitar yang masih memiliki anak usia sekolah. Meski hanya segelintir, hak pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah terpencil harus tetap terpenuhi.