BANDUNG — Puncak Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Mahkota Ajeg Ki Sunda berlangsung meriah di Kota Bandung, Sabtu (16/5) malam. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang rute yang dilalui iring-iringan, mulai dari Kiara Artha Park hingga berakhir di halaman Gedung Sate.
Bupati Dony Naik Kereta Kencana, Iringan Kesenian Khas Sumedang
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati M Fajar Aldila dan Sekretaris Daerah Tuti Ruswati turut memeriahkan kirab dengan menaiki Kereta Kencana. Mereka tidak sendiri; rombongan dikawal oleh kesenian Kuda Renggong dan musik tradisional Seni Genggong yang menjadi ciri khas Kabupaten Sumedang.
Rute kirab melintasi Jalan Jakarta, Jalan Supratman, hingga Jalan Diponegoro. Sepanjang perjalanan, masyarakat antusias menyaksikan atraksi budaya yang ditampilkan oleh perwakilan dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Mahkota Binokasih Jadi Pusat Perhatian di Puncak Acara
Kirab ini merupakan puncak dari rangkaian perjalanan Mahkota Binokasih yang sebelumnya telah diarak melintasi berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari Napak Tilas Padjadjaran, sebuah tradisi tahunan untuk mengenang kejayaan Kerajaan Sunda.
Bupati Dony mengatakan, Kabupaten Sumedang turut berpartisipasi aktif dalam perhelatan budaya ini. “Alhamdulilah kami mengikuti Kirab Milangkala Tatar Sunda. Dari Kiara Artha ke Gedung Sate Sumedang mengirimkan tim keseniannya,” ujarnya.
27 Daerah Tampilkan Kesenian, Warga Antusias Sepanjang Rute
Setiap daerah peserta menampilkan kesenian khasnya masing-masing, menjadikan kirab ini sebagai panggung akbar kebudayaan Sunda. Warga yang berdiri di sepanjang trotoar tampak tak henti mengabadikan momen lewat ponsel mereka.
Kegiatan yang digelar di malam hari ini berhasil menyedot perhatian publik. Tidak hanya warga Bandung, banyak juga pengunjung dari luar kota yang sengaja datang untuk menyaksikan kemegahan Mahkota Binokasih dan iring-iringan kereta kencana.