JAWA BARAT — Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mohammad Jeffry, memastikan ketiga tersangka berkolusi sejak perencanaan program. "Bekerja sama bertiga. Pokoknya saling mengetahuilah itu," katanya kepada wartawan, Kamis (4/6). Namun, ia belum merinci detail skema kerja sama tersebut.
Dua Jerat Korupsi: Pengadaan Fiktif dan Jual-Beli Titik Dapur
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, membeberkan lingkup dugaan korupsi tidak hanya pada pengadaan barang. Praktik curang juga terjadi pada penentuan titik-titik SPPG—dapur umum yang melayani sekolah penerima manfaat.
Menurut Syarief, program MBG dikelola oleh yayasan yang seharusnya terafiliasi dengan sekolah. Faktanya, banyak SPPG ditunjuk karena memiliki hubungan dengan petinggi BGN. "Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari. Dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP," ucap Syarief. Yayasan-yayasan itu, lanjutnya, secara administratif tidak memenuhi syarat sebagai mitra SPPG.
Kronologi: Dari Pencopotan ke Rutan Salemba dalam 24 Jam
Proses hukum berlangsung cepat. Selasa (2/6) malam, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Dadan, Sony, dan Lodewyk atas pelanggaran kedisiplinan dalam tata kelola MBG. Keesokan paginya, Rabu (3/6), penyidik Kejagung menggeledah kantor BGN dan sejumlah lokasi lain. Ketiganya diperiksa sebagai saksi sejak pagi.
Pada Rabu petang, status mereka berubah menjadi tersangka. Mereka langsung dikenakan rompi tahanan merah muda, diborgol, dan digelandang ke Rumah Tahanan Salemba untuk ditahan 20 hari ke depan. Pengganti Dadan, Sony, dan Lodewyk telah ditunjuk: Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, serta Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Prabowo: Saya Sedih, tapi Tak Boleh Banyak Komentar
Presiden Prabowo buka suara terkait penetapan tersangka terhadap tiga anak buahnya itu. Dalam Rapat Konsolidasi Program MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (3/6), ia mengaku bersedih. "Saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya, sebenarnya yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," ujar Prabowo.
Kendati demikian, Kepala Negara enggan berkomentar lebih jauh. "Saya tidak mau banyak komentar, karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi," sambungnya.