JAWA BARAT — Dengan rampungnya 26 nama skuad final dari Turki, Yordania, Ghana, dan Uzbekistan pada Selasa lalu, daftar pemain yang berangkat ke turnamen super-power ini sudah lengkap. Tapi Football Daily, yang mengaku ahli dalam urusan ditolak—seperti usaha mereka meyakinkan inbox Anda untuk tidak masuk spam—justru lebih tertarik pada para pemain yang dicoret.
Camavinga dan Silva Jadi Korban Kedalaman Skuad
Gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga (23 tahun), menjadi salah satu korban paling mencolok. Meski memiliki pengalaman elite termasuk tampil di final Piala Dunia 2022, ia gagal menembus skuad Prancis yang super padat. Ironisnya, lini tengah justru dianggap sebagai titik terlemah Les Bleus saat ini.
Nasib serupa menimpa bek Portugal, António Silva (22 tahun). Bek yang sempat menjadi sorotan karena secara tidak sengaja membocorkan starting XI Portugal melawan Georgia di Euro 2024 itu kehilangan tempat di klub dan tim nasional pada momen yang paling buruk. Pelatih Roberto Martínez bersikeras kebocoran itu bukan faktor utama pencoretan.
Gibbs-White dan João Pedro: Performa Moncer Tak Cukup
Morgan Gibbs-White menjadi ironi terbesar Inggris. Saat Phil Foden kesulitan menemukan bentuk terbaik dan Cole Palmer bermasalah dengan kebugaran, gelandang Nottingham Forest ini justru menjadi pemain Premier League terbaik sepanjang 2026—mencetak 12 gol sejak awal Januari untuk tim yang berada di papan bawah. Tetap saja, namanya tak masuk skuad.
João Pedro juga merasakan pahitnya dicampakkan. Pemain Brasil yang dinobatkan sebagai pemain terbaik untuk klub Premier League papan tengah asal London barat itu—kecuali jika Anda adalah Igor Thiago milik Brentford—ternyata tidak cukup meyakinkan Carlo Ancelotti dan federasi Brasil.
Keputusan Kontroversial: Email Pochettino untuk Luna
Kisah paling pahit datang dari Diego Luna (AS). Pemain yang sempat menghiasi billboard Times Square dan iklan Nike pra-Piala Dunia ini justru diinformasikan melalui email oleh Mauricio Pochettino bahwa ia tidak masuk skuad. Padahal, Luna mencatatkan tujuh kontribusi gol dalam 16 penampilan internasional.
Sementara itu, Spanyol untuk pertama kalinya dalam sejarah tidak memiliki satu pun pemain Real Madrid di skuad Piala Dunia. Bek Dean Huijsen, yang memilih membela Spanyol setelah bermain di level junior Belanda, kini keputusannya itu mulai dipertanyakan.
Daftar Lengkap Omitted XI (4-3-3)
- Kiper: Lucas Chevalier (Prancis) — kehilangan tempat di PSG setelah kiper Rusia yang mirip pegawai Games Workshop mengambil alih sarung tangannya.
- Bek Kanan: Jeremie Frimpong (Belanda) — pemain elektrik yang menderita karena dimainkan di posisi salah oleh Arne Slot di Liverpool.
- Bek Tengah: António Silva (Portugal) & Dean Huijsen (Spanyol).
- Bek Kiri: Alejandro Balde (Spanyol) — 42 penampilan untuk Barcelona, tapi kalah saing dengan Cucurella dan Grimaldo.
- Gelandang: Adam Wharton (Inggris), Eduardo Camavinga (Prancis), Diego Luna (AS).
- Sayap Kanan: Mika Godts (Belgia) — lebih dari 30 kontribusi gol untuk Ajax masih belum cukup.
- Sayap Kiri: Morgan Gibbs-White (Inggris).
- Striker: João Pedro (Brasil).