Pencarian

Antisipasi Kekeringan 2026, Pemkab Bogor dan TNI AD Kerja Sama Atasi Sampah di Wilayah Rawan

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:26:31 WIB
Antisipasi Kekeringan 2026, Pemkab Bogor dan TNI AD Kerja Sama Atasi Sampah di Wilayah Rawan
Petugas TNI AD dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor melakukan pembersihan sampah di sungai wilayah rawan kekeringan.

BOGOR — Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan TNI AD ini merupakan respons terhadap ancaman kekeringan yang kerap melanda sejumlah kecamatan setiap tahun. Penanganan sampah menjadi fokus utama karena sampah yang menumpuk di sungai dan saluran air dinilai memperparah kondisi kekeringan dengan menyumbat aliran air ke permukiman warga.

Mengapa Sampah Jadi Ancaman Saat Kemarau?

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor sebelumnya menyebut bahwa sampah rumah tangga dan industri kecil yang tidak terkelola dengan baik menjadi penyebab utama tersumbatnya drainase. Saat kemarau, kondisi ini membuat air tanah sulit terisi kembali karena permukaan tanah tertutup limbah padat.

Kerja sama dengan TNI AD dinilai strategis karena jangkauan personel hingga ke tingkat desa. Babinsa di setiap kelurahan akan dilibatkan dalam sosialisasi dan aksi bersih-bersih sungai secara berkala mulai awal 2026.

Langkah Konkret: Dari Sungai ke Sumber Air Warga

Program ini tidak hanya berhenti pada pembersihan sampah. Pemkab Bogor juga menyiapkan skema pengelolaan sampah berbasis komunitas di titik-titik rawan kekeringan seperti Kecamatan Cigudeg, Jasinga, dan Nanggung.

“Kami akan membangun tempat pengolahan sampah terpadu skala kecil di setiap desa. TNI AD membantu pengawasan dan pendampingan teknis di lapangan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dalam rapat koordinasi pekan lalu.

Targetnya, volume sampah yang masuk ke sungai bisa ditekan hingga 40 persen sebelum musim kemarau puncak tiba pada Agustus 2026.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Pemkab Bogor dan TNI AD akan memetakan 12 desa prioritas yang paling sering mengalami kekeringan dalam tiga tahun terakhir. Pendataan ini dijadwalkan rampung pada Maret 2026, dilanjutkan dengan aksi bersih sungai serentak pada April.

Selain itu, warga diimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai dan mulai memilah sampah organik dari rumah. Sosialisasi door-to-door oleh Babinsa dan petugas kebersihan akan dimulai bulan depan.

Kekeringan tahun 2026 diprediksi lebih panjang dari tahun sebelumnya akibat fenomena El Niño yang masih berlangsung. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan bisa meminimalkan dampak buruk bagi 20.000 lebih kepala keluarga yang bergantung pada sumber air permukaan.

Bagikan
Sumber: radarbogor.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks