SOREANG — Rapat koordinasi yang digelar di Gedung Moh. Toha itu dihadiri jajaran Pemkab Bandung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Satgas Sungai Citarum, para camat, hingga unsur pentahelix. Tiga isu utama dibahas: banjir yang kerap melanda Dayeuhkolot dan Tegalluar, pengelolaan 174 TPS3R yang belum optimal, serta antisipasi krisis air bersih saat kemarau.
Anggaran Irigasi Rp334 Miliar Disetujui Pusat
Di sektor pertanian, Pemkab Bandung mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Dari 546 titik yang diusulkan, pemerintah pusat telah menyetujui anggaran sebesar Rp334 miliar untuk tahun ini, sisanya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan daerah.
Tiga Ekskavator dan Danau Retensi untuk Atasi Banjir
BBWS Citarum akan melakukan normalisasi sungai di titik-titik yang menjadi penyebab utama genangan. Pemkab Bandung juga mengusulkan pengadaan tiga unit ekskavator melalui perubahan anggaran 2026 untuk pengerukan sedimentasi secara berkelanjutan. Selain itu, pembangunan danau retensi direncanakan di kawasan Tegalluar dan Sukamanah guna menampung limpasan air saat musim hujan.
TPS3R dan Bank Sampah Desa Jadi Andalan
Kabupaten Bandung saat ini memiliki 174 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), namun belum semuanya beroperasi optimal. Pemkab akan mengevaluasi dan memperkuat sarana di fasilitas yang belum aktif. Bupati juga menginstruksikan pengaktifan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bank sampah di tingkat desa.
“Kami juga menginstruksikan kepala desa untuk memperkuat pengelolaan sampah sejak tingkat RT dan RW,” kata Dadang.
Instruksi Bawaan Tumbler untuk ASN dan Water Station
Sebagai bagian dari pengurangan sampah plastik, Bupati Dadang akan menerbitkan instruksi kepada ASN, pegawai Pemkab, dan kepala desa untuk membawa tumbler atau botol minum isi ulang saat bekerja. Pemkab juga menyiapkan water station di sejumlah fasilitas publik untuk mendukung kebijakan tersebut.
“Pengurangan sampah harus dimulai dari diri sendiri, terutama di lingkungan kerja pemerintah,” ujar Dadang.
Antisipasi Kekeringan: Tangki Air dan Tandon Disiapkan
Menjelang musim kemarau, Pemkab Bandung berkoordinasi dengan PDAM dan BPBD untuk menyiapkan tangki air dan tandon di wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kering.
Pemkab Bandung berharap penanganan banjir, sampah, dan kekeringan dapat berjalan lebih terintegrasi serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat.