Pencarian

Wakil Rektor ITB Raih Penghargaan Akademik Tertinggi dari Pemerintah Prancis, Hasil Kolaborasi Bandung-Saint-Étienne

Jumat, 12 Juni 2026 • 15:37:01 WIB
Wakil Rektor ITB Raih Penghargaan Akademik Tertinggi dari Pemerintah Prancis, Hasil Kolaborasi Bandung-Saint-Étienne
Wakil Rektor ITB Rikrik Kusmara menerima penghargaan akademik tertinggi dari Pemerintah Prancis di kampus ITB, Bandung.

BANDUNG — Penghargaan akademik dari Pemerintah Prancis itu diserahkan langsung oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, di lingkungan kampus ITB pada Kamis lalu. Penone menyebut penghargaan ini sebagai salah satu tanda kehormatan tertinggi di bidang pendidikan yang diberikan kepada mereka yang berjasa dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

“Saya senang bahwa upacara ini dapat diselenggarakan di ITB, sebuah simbol keunggulan Indonesia sekaligus mitra lama Prancis. Melalui diri anda, Prancis memberikan penghormatan kepada seorang seniman, pendidik, dan pembangun,” ujar Penone dalam sambutannya.

Peran di Seni Kontemporer dan Hubungan Kota Kreatif

Dubes Penone menilai kontribusi Rikrik tidak hanya terbatas pada lingkungan akademik. Ia dinilai berperan penting dalam perkembangan seni kontemporer Indonesia melalui berbagai aktivitas kuratorial dan pengembangan ruang dialog budaya. Salah satu hasil nyata dari kolaborasi lintas negara ini adalah berdirinya Material Library pertama di Indonesia yang berlokasi di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB.

Fasilitas itu menjadi ruang pembelajaran desain sekaligus pusat dokumentasi material alami dan inovatif dari Asia Tenggara. “Hubungan antara Bandung dan Saint-Étienne berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan di bidang desain, pendidikan, inovasi, dan kebudayaan,” tambah Penone.

Rikrik Kusmara: Penghargaan untuk Hubungan Panjang Indonesia-Prancis

Dalam sambutannya, Rikrik Kusmara menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas perjalanan pribadinya, melainkan juga penghormatan terhadap hubungan panjang antara Indonesia dan Prancis.

“Hari ini merupakan momen yang sangat bermakna dalam perjalanan karier dan profesional saya. Dengan penuh rasa syukur, kerendahan hati, dan kehormatan yang mendalam, saya menerima tanda kehormatan ini dari Pemerintah Republik Prancis,” ujarnya.

Rikrik menceritakan bahwa kedekatannya dengan kebudayaan Prancis telah terjalin sejak masa muda melalui Centre Culturel Français (CCF) Bandung yang kini menjadi Institut Français d’Indonésie (IFI). Pengalaman itu membentuk pandangannya bahwa seni dan kebudayaan bukan sekadar ekspresi estetika, melainkan sarana penting untuk membangun pemahaman, dialog, dan kerja sama antarbangsa.

“Bahwa seni dan kebudayaan bukan sekadar pencarian estetika, melainkan cara penting bagi masyarakat memahami diri, berinteraksi dengan pihak lain, dan membayangkan masa depan,” katanya menegaskan.

Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks