BOGOR — Layanan yang berlangsung sejak pagi itu menyasar warga yang selama ini mengeluhkan sulitnya mengurus dokumen perjalanan pada hari kerja. Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Eko Budianto, menyebut program ini merupakan strategi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terkendala waktu.
“Kami terus menggalakkan layanan di akhir pekan sesuai arahan Direktur Jenderal Imigrasi, termasuk melalui Unit Layanan Paspor dan pelayanan di kawasan Car Free Day. Ini bagian dari komitmen kami untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eko di lokasi.
Imigrasi Siapkan Layanan Keliling untuk Lansia dan Jemaah Umrah
Eko menambahkan, pihaknya tidak hanya berhenti pada layanan akhir pekan. Kantor Imigrasi juga menyiagakan layanan paspor keliling untuk menjangkau wilayah yang aksesnya terbatas. Sasaran utamanya adalah calon jemaah umrah, haji, dan warga lanjut usia yang kesulitan datang langsung ke kantor imigrasi.
“Kami siap mendukung komitmen pelayanan Pemerintah Kota Bogor. Jika ada wilayah yang sulit dijangkau, kami memiliki layanan paspor keliling untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Wali Kota Bogor: Balai Kota Bisa Jadi Tempat Pelayanan Rutin di Hari Libur
Wali Kota Bogor Dedie Rachim yang turun langsung meninjau pelayanan mengapresiasi kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran layanan paspor di Balai Kota pada akhir pekan memberi pengalaman berbeda bagi warga yang ingin sekaligus menikmati suasana peringatan HJB.
“Hari kerja biasanya masyarakat sulit mendapatkan izin dari tempat kerja atau terkendala aktivitas lainnya. Dengan adanya layanan pada Sabtu dan Minggu, masyarakat memiliki kesempatan yang lebih leluasa untuk mengurus paspor,” kata Dedie.
Ia bahkan membuka peluang agar layanan serupa bisa digelar secara berkala—sebulan sekali atau beberapa bulan sekali—di Balai Kota. “Yang terpenting masyarakat Kota Bogor terbantu,” ujarnya.
Semangat ‘Bogor Nanjeur’ dan Komitmen Imigrasi untuk Rakyat
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, mengatakan bahwa tema HJB ke-544, “Bogor Nanjeur”, mencerminkan semangat kota untuk tetap tegak menghadapi tantangan. Menurutnya, layanan paspor ini adalah wujud nyata dari gagasan “Imigrasi untuk Rakyat”.
“Kami berharap semoga Layanan Paspor Simpatik HJB ke-544 ini dapat memberikan manfaat langsung kepada warga Bogor,” harap Ritus.
Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh panitia HJB Pemkot Bogor serta dua sponsor, yakni Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri. Dedie berharap kualitas dan kecepatan pelayanan keimigrasian terus ditingkatkan, sehingga kebutuhan masyarakat—dari urusan sosial, keluarga, bisnis, hingga ibadah—bisa terlayani dengan baik.