BANDUNG BARAT — Drajat, seorang guru yang juga menjabat sebagai Wasekjen Komnasdik dan hipnoterapis, mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang tiba-tiba berhasil tanpa melewati proses panjang. Dalam tulisannya yang berjudul "Visi | Mulai Dari Satu Langkah", ia mengkritik kecenderungan masyarakat modern yang hanya melihat hasil akhir seseorang sukses tanpa menyadari ribuan langkah kecil yang telah dilalui.
"Mereka melihat seseorang menjadi pemimpin, pengusaha, penulis, guru hebat, atlet berprestasi, atau ilmuwan terkenal, tanpa menyadari ribuan langkah kecil yang pernah dilalui," tulis Drajat.
Alam Mengajarkan Kesabaran, Bukan Kecepatan
Dalam tulisannya, Drajat membandingkan proses kehidupan manusia dengan alam. Benih yang ditanam hari ini tidak akan langsung berbuah esok pagi. Ia harus menembus tanah, menghadapi panas, hujan, dan angin sebelum tumbuh menjadi pohon yang kokoh.
"Tidak ada jalan pintas menuju keberhasilan yang sejati. Semua membutuhkan waktu, proses, dan ketekunan," tegasnya.
Ketekunan Lebih Penting dari Bakat
Drajat menyoroti bahwa banyak orang memiliki bakat, kecerdasan, dan kesempatan, tetapi tidak semuanya berhasil. Menurutnya, faktor pembeda utama bukanlah bakat melainkan kemampuan untuk tetap berjalan ketika orang lain memilih berhenti.
"Ketekunan adalah kemampuan untuk bertahan ketika keadaan tidak sesuai harapan. Ketekunan adalah keberanian untuk melangkah meskipun jalan terasa berat. Ketekunan adalah kesediaan untuk bangkit kembali setelah kegagalan," tulisnya.
Zaman Serba Cepat Picu Mentalitas Instan
Drajat mengkritik gaya hidup modern yang serba cepat — makanan tersedia dalam hitungan menit, informasi hadir dalam detik, dan belanja cukup dari layar telepon genggam. Tanpa sadar, pola ini membuat banyak orang ingin memperoleh hasil yang cepat pula: ingin sukses dalam waktu singkat, kaya tanpa proses, dan dihargai tanpa perjuangan.
Sebagai anggota APKS PGRI Provinsi Jawa Barat, Drajat berharap tulisannya bisa menjadi pengingat bagi para pendidik dan masyarakat luas bahwa setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah sederhana yang sering dianggap tidak berarti.