DEPOK — Suasana semarak menyelimuti hari ketiga Fortasi di SMP Muhammadiyah 29 Depok. Setelah dua hari pertama diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah dan materi kedisiplinan, Rabu (15/7/2026) menjadi milik para siswa untuk mengenal ragam kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah menyuguhkan penampilan dari sejumlah organisasi dan unit kegiatan siswa.
Dari Tari Saman hingga Coding: Ragam Ekstrakurikuler yang Ditawarkan
Para siswa baru disuguhkan penampilan dari belasan ekstrakurikuler. Beberapa di antaranya adalah Tari Saman, tari tradisional, futsal, bola voli, panahan (archery), coding, dan tahfiz Al-Qur’an. Sekolah juga memperkenalkan dua kegiatan wajib: Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan Kepanduan Hizbul Wathan.
Windawati mengatakan pengenalan ini merupakan agenda penting agar peserta didik baru tidak bingung memilih kegiatan. “Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengenal seluruh pilihan ekstrakurikuler yang ada di sekolah, kemudian memilih sesuai bakat, minat, dan potensi yang dimiliki,” ujarnya. Sekolah telah menyiapkan fasilitas dan pembinaan untuk mendukung prestasi siswa, baik akademik maupun nonakademik.
Materi Anti-Bullying dan Literasi Digital Jadi Bekal Awal
Selain pengenalan ekstrakurikuler, peserta Fortasi mendapatkan materi bertajuk “Menjaga Akal, Belajar Bertumbuh di Era Digital”. Materi ini memberikan pemahaman soal pemanfaatan teknologi dan media digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Sekolah juga menekankan etika berinteraksi di ruang digital.
Salah seorang peserta, Siti Malika Azzahra dari kelas VII D, mengaku senang dengan rangkaian Fortasi. Menurutnya, suasana sekolah terasa nyaman, para guru ramah, dan teman-teman baru mudah diajak berinteraksi. “Fortasinya seru dan banyak pelajaran yang saya dapat. Teman-temannya asyik, guru-gurunya ramah, dan tidak ada bullying. Yang paling berkesan bagi saya adalah materi anti-bullying karena penyampaiannya mudah dipahami dan diselingi banyak ice breaking sehingga suasananya menyenangkan,” ungkap Siti Malika.
Malika merupakan lulusan SD Darul Muttaqin yang berdomisili di kawasan Kali Suren, Kabupaten Bogor. Ia mengaku memilih SMP Muhammadiyah 29 Depok setelah mendapat informasi dari seorang teman ibunya. “Saya merasa sekolah ini menjadi tempat yang tepat untuk mengembangkan bakat dan minat saya, terutama di bidang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan seni tari tradisional,” pungkasnya.