JAWA BARAT — Laga kedua Grup A Piala Dunia 2026 mempertemukan tuan rumah bersama Kanada melawan Qatar. Pertandingan di Stadion BMO Field, Toronto, ini menjadi penentu peluang Kanada lolos ke fase gugur. Untuk pertama kalinya sejak Enrique Osses memimpin laga di Brasil 2014, wasit Chili kembali bertugas di Piala Dunia.
Rekam Jejak Kontroversi Christian Garay
Garay bukan nama baru di pentas sepak bola Amerika Selatan. Ia pernah memimpin laga-laga besar seperti Copa America, Copa Libertadores, dan kualifikasi Piala Dunia. Namun, kariernya tak lepas dari sorotan tajam.
Pada 2025, wasit internasional Argentina Javier Castrilli meminta Garay dicopot dari Liga de Primera Chili. Permintaan itu muncul setelah pelatih Everton Vina del Mar menuding Garay membuat keputusan tidak adil terhadap timnya. Di Liga Saudi, Garay juga dikritik keras karena mencabut penalti setelah intervensi VAR dalam pertandingan Al Fateh melawan Al Hilal.
Debut Piala Dunia dan Kru Wasit
Meski kontroversi mengiringi, Garay tetap dipercaya memimpin laga malam ini. Ini menjadi debutnya di Piala Dunia. Ia akan didampingi asisten José Retamal dan Miguel Rocha, keduanya dari Chili.
Wasit keempat adalah Kevin Ortega asal Peru. Sementara itu, Juan Lara bertugas sebagai Video Assistant Referee (VAR) dan Michael Orue sebagai asisten wasit cadangan. Hampir seluruh kru berasal dari Chili dan Peru.
Catatan Kartu Merah di Turnamen
Sejauh ini, Piala Dunia 2026 sudah mencatat empat kartu merah. Tiga di antaranya terjadi di laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan. Satu kartu merah lainnya diterima bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovi?, saat melawan Swiss.
Kanada sendiri belum pernah meraih kemenangan di Piala Dunia sepanjang sejarah. Laga melawan Qatar menjadi peluang emas untuk memecah rekor buruk tersebut. Sementara Qatar, yang juga tuan rumah bersama, bertekad memperbaiki performa setelah hasil kurang memuaskan di laga pertama.