JAWA BARAT — Instruksi itu disampaikan Prabowo di hadapan Erick Thohir dalam sebuah pertemuan yang membahas peta jalan sepak bola nasional. Bukan sekadar wacana, perintah ini menempatkan target lolos ke Piala Dunia sebagai prioritas program kerja pemerintah dan federasi.
Perintah Langsung dari Istana untuk Sepak Bola
Prabowo menekankan bahwa persiapan tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah. Menurutnya, seluruh elemen, mulai dari pembinaan usia muda hingga kompetisi domestik, harus diarahkan untuk mendukung target utama: menembus putaran final Piala Dunia 2030.
“Presiden meminta saya mempersiapkan betul Timnas Indonesia agar bisa lolos ke Piala Dunia 2030. Ini perintah langsung dan harus kita kerjakan bersama,” ujar Erick Thohir dalam pernyataan resminya.
Mengapa Target Ini Berbeda dari Sebelumnya?
Berbeda dengan target-target di masa lalu yang kerap tanpa landasan konkret, kali ini ada keterlibatan langsung kepala negara. Erick Thohir juga memiliki pengalaman sebagai pengurus FIFA dan pengelola klub sepak bola, yang dinilai bisa menjadi nilai tambah dalam merumuskan strategi.
PSSI kini dihadapkan pada pekerjaan rumah besar: mempercepat naturalisasi pemain keturunan berkualitas, meningkatkan peringkat FIFA, serta memastikan infrastruktur stadion memenuhi standar internasional. Jadwal kualifikasi yang ketat juga menuntut konsistensi performa tim Garuda dalam dua tahun ke depan.
Pekerjaan Rumah Erick Thohir
Untuk mencapai target itu, Erick Thohir harus memastikan program jangka panjang berjalan tanpa interupsi politik atau masalah internal federasi. Ia juga perlu mengamankan dukungan penuh dari pemerintah untuk anggaran pembinaan dan pemusatan latihan.
“Kami akan bekerja keras. Bukan hanya mengejar target, tapi membangun sistem yang berkelanjutan,” tambah Erick.
Indonesia belum pernah sekalipun merasakan tampil di Piala Dunia sejak pertama kali berpartisipasi di kualifikasi pada 1938. Target 2030 menjadi ambisi paling realistis dan terstruktur yang pernah dicanangkan secara resmi oleh kepala negara.