Pencarian

Bamsoet Sebut Ketahanan Ekonomi Jawa Barat Bukti Daerah Mampu Tumbuh di Tengah Gejolak Global, Inflasi Terjaga 2,63 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 • 17:58:31 WIB
Bamsoet Sebut Ketahanan Ekonomi Jawa Barat Bukti Daerah Mampu Tumbuh di Tengah Gejolak Global, Inflasi Terjaga 2,63 Persen
Bamsoet mengapresiasi ketahanan ekonomi Jawa Barat dengan inflasi terkendali di angka 2,63 persen.

TASIKMALAYA — Bamsoet mengapresiasi capaian ekonomi Jawa Barat yang dinilai memiliki fondasi kokoh di tengah perlambatan perdagangan internasional dan konflik geopitik. Hal itu disampaikan usai mengunjungi Kabupaten Nagrek dan Tasikmalaya, Sabtu (20/6/2026).

Menurut data yang dipaparkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2025 berada di atas angka nasional yang tercatat sekitar 5,11 persen sepanjang tahun dan 5,39 persen pada triwulan IV-2025. Sementara tingkat inflasi provinsi terjaga pada level 2,63 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen.

Inflasi Terkendali Jadi Indikator Kunci Daya Beli Masyarakat

Bamsoet menekankan bahwa keberhasilan menjaga inflasi menjadi indikator penting kualitas pertumbuhan ekonomi. Stabilitas harga berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat dan kepastian usaha.

"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan sulit memberikan manfaat maksimal apabila inflasi tidak terkendali. Karena itu, keberhasilan Jawa Barat menjaga inflasi pada kisaran 2,63 persen merupakan pencapaian yang sangat penting," ujar Bamsoet di Liwet Asep Stroberi.

Pusat Industri Manufaktur Nasional Jadi Motor Utama

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menilai posisi Jawa Barat sebagai pusat industri manufaktur nasional menjadi faktor utama penopang ketahanan ekonomi daerah. Kawasan industri di Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang, hingga Rebana terus menarik investasi baru, khususnya di sektor otomotif, kendaraan listrik, elektronik, dan logistik.

"Keunggulan Jawa Barat terletak pada perpaduan antara basis industri yang kuat, infrastruktur yang semakin lengkap, serta kedekatan dengan pusat pasar nasional," kata Bamsoet.

Tantangan ke Depan: Hilirisasi dan SDM Berkualitas

Meski capaian positif, Bamsoet mengingatkan tantangan ke depan masih berat. Perlambatan ekonomi global, proteksionisme perdagangan, dan disrupsi teknologi terus mempengaruhi kinerja daerah. Ia mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur logistik, serta percepatan hilirisasi industri.

"Ketahanan ekonomi tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan yang tinggi. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat daya beli masyarakat, mengurangi ketimpangan, dan meningkatkan kesejahteraan secara merata," pungkas Bamsoet.

Bagikan
Sumber: belarakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks