Pencarian

Strategi Tuchel untuk Lawan Berat Dipertanyakan Usai Inggris Ditahan Ghana 0-0 di Piala Dunia 2026

Kamis, 25 Juni 2026 • 08:22:31 WIB
Strategi Tuchel untuk Lawan Berat Dipertanyakan Usai Inggris Ditahan Ghana 0-0 di Piala Dunia 2026
Pelatih Tuchel menghadapi kritik setelah Inggris ditahan imbang Ghana 0-0 di Piala Dunia 2026.

JAWA BARAT — Kritik utama tertuju pada keputusan Tuchel yang tidak membawa Trent Alexander-Arnold, Phil Foden, Adam Wharton, dan Cole Palmer ke turnamen ini. Para pengamat menilai Inggris kekurangan kreator permainan untuk membongkar pertahanan rapat Ghana yang menerapkan low block.

Dominasi Penguasaan Bola Tanpa Ancaman Nyata

Statistik menunjukkan Inggris mendominasi dengan 78,8 persen penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka nyaris tidak merepotkan kiper lawan hingga babak kedua berjalan.

Masalah ini bukan hal baru bagi Tuchel. Semasa menangani Chelsea, ia kerap kesulitan menghadapi tim yang bertahan rapat, yang menjadi salah satu penyebab The Blues gagal mempertahankan gelar Premier League musim 2021-22.

Filosofi Premier League Tuchel Diuji

Tuchel sejak awal menegaskan ingin Inggris bermain seperti tim Premier League: mengandalkan kecepatan, intensitas, dan fisik. Strategi ini berhasil saat mereka menghancurkan Kroasia di laga pembuka. Namun, Ghana menunjukkan kelemahan pendekatan tersebut saat berhadapan dengan tim yang lebih negatif.

“Semua orang punya banyak informasi sekarang. Mereka tahu cara mengatur formasi — blok tengah, blok dalam. Kami benar-benar mencoba fokus mempercepat permainan di area 24 meter,” ujar asisten pelatih Anthony Barry, mengutip pernyataannya November lalu. Sayangnya, usaha itu gagal total melawan Ghana.

Kesetiaan Tuchel pada Pemain Pilihannya

Pelatih asal Jerman itu bersikukuh bahwa membangun tim terbaik tidak berarti mengumpulkan 26 pemain paling berbakat. Ia memberikan kesempatan kepada Foden dan Palmer pada laga uji coba Maret lalu, namun keduanya tidak tampil meyakinkan.

Foden, yang jarang dimainkan sebagai gelandang serang murni oleh Pep Guardiola di Manchester City, kembali gagal menunjukkan pengaruhnya untuk Timnas. Sementara Palmer, yang tampil impresif dari bangku cadangan di Euro 2024, tengah mengalami penurunan performa dan kebugaran musim ini.

Adam Wharton juga tidak membuat kesan kuat saat diberikan kesempatan melawan Albania November lalu. “Elliot Anderson sama mampunya dalam mengirim umpan-umpan dari lini tengah dan Manchester City rela membayar lebih dari £100 juta untuk jasanya,” tulis Jacob Steinberg dalam analisisnya di The Guardian.

Laga Kontra Ghana Bukan Penentu Nasib Inggris

Meski menuai kritik, hasil imbang ini dinilai tidak akan mendefinisikan kampanye Piala Dunia Inggris. Tuchel sejak awal menyusun strategi untuk menghadapi lawan-lawan terbaik seperti Brasil atau Argentina, bukan tim sekelas Ghana yang hanya bertahan.

Laga kontra Kroasia membuktikan bahwa pendekatan Tuchel bisa berhasil saat lawan mau bermain terbuka. Kini, ia harus memastikan timnya mampu mempertahankan intensitas itu saat memasuki babak gugur, di mana setiap kesalahan bisa berakibat fatal.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks