KOTA BEKASI — Kecamatan Bekasi Utara menempati peringkat kelima nasional sebagai kecamatan dengan jumlah pemain judi online terbanyak. Data PPATK yang dirilis Selasa (30/6/2026) menunjukkan angka 7.793 pemain di wilayah tersebut, hanya berjarak sekitar 2.000 pemain dari peringkat keempat yang ditempati Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dengan 9.948 pemain.
Empat besar lainnya seluruhnya berada di Jakarta: Cengkareng (21.497 pemain), Cakung (14.664 pemain), Tanjung Priok (13.769 pemain), dan Kebayoran Lama. Pola ini menegaskan bahwa kawasan Jabodetabek menjadi klaster terbesar aktivitas judi online secara nasional, sebagaimana disampaikan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.
Usia Produktif Mendominasi, Jadi Motor Ekonomi yang Rentan
PPATK mengidentifikasi bahwa kelompok usia 20-30 tahun menjadi yang paling banyak terpapar judi online, disusul kelompok usia 31-40 tahun. “Kelompok usia produktif menjadi kelompok paling rentan terpapar judi online. Padahal mereka adalah motor ekonomi,” ujar Ivan dalam keterangan resminya.
Temuan ini menjadi perhatian serius karena mayoritas pemain berada pada rentang usia yang seharusnya menjadi tulang punggung perekonomian keluarga dan daerah. PPATK tidak merinci nominal transaksi yang beredar di Bekasi Utara, namun konsentrasi pemain di satu kecamatan dengan jumlah penduduk padat dinilai memerlukan penanganan khusus.
Respons Pemkot: Camat Diminta Turun ke Lapangan
Menanggapi data tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe langsung menginstruksikan Camat Bekasi Utara dan seluruh lurah di wilayah itu untuk bergerak. Ia meminta agar 7.793 nama pemain yang tercatat oleh PPATK dicari dan didata secara riil di lapangan.
“Kita instruksikan camat untuk turun mencari nama-nama pemain judi online. Nanti kita kumpulkan agar kita lakukan pembinaan kepada mereka,” kata Abdul Harris.
Langkah ini menjadi ujian bagi jajaran pemerintahan kecamatan di Bekasi Utara, yang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar di Kota Bekasi. Proses pendataan dan pembinaan diperkirakan akan berjalan bertahap, mengingat jumlah pemain yang mencapai ribuan orang di satu wilayah administratif.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pemkot Bekasi belum merinci bentuk pembinaan yang akan diberikan kepada para pemain judi online. Namun, instruksi dari Wakil Wali Kota mengindikasikan bahwa pendekatan awal lebih bersifat preventif dan rehabilitatif, bukan represif. Kolaborasi dengan pihak kepolisian dan aparat penegak hukum kemungkinan akan melibatkan penelusuran aliran dana dan jaringan bandar yang beroperasi di wilayah tersebut.