BANDUNG — Program Layanan Catatan Informasi (Laci) RW di Kota Bandung tidak lagi sekadar arsip administrasi kependudukan. Pemerintah kota mengoptimalkannya sebagai instrumen deteksi dini terhadap berbagai potensi kejahatan, mulai dari peredaran narkoba hingga prostitusi terselubung, yang kerap bersarang di lingkungan padat hunian.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan data yang dihimpun melalui Laci RW kini menjadi basis pengambilan keputusan strategis. “Setiap tiga bulan kita lakukan update terhadap Layanan Catatan Informasi,” kata Farhan di Bandung, Selasa.
Pendataan Rumah Kontrakan dan Indekos Jadi Prioritas
Salah satu langkah konkret yang tengah digencarkan adalah pendataan jumlah rumah kontrakan, rumah indekos, serta pintu hunian sewa di seluruh wilayah Kota Bandung. Langkah ini menyasar kelompok usia produktif yang datang dan menetap di ibu kota Jawa Barat tersebut.
“Dengan pendataan itu banyak sekali yang bisa kita deteksi, termasuk berbagai macam bentuk kejahatan, seperti peredaran narkoba, prostitusi terselubung, semuanya,” ujar Farhan.
RT dan RW Diminta 'Mengetuk Pintu' Warga
Pemkot Bandung tidak hanya mengandalkan laporan administratif. Farhan menegaskan bahwa setiap ketua RT dan RW wajib melakukan pemantauan langsung hingga ke rumah-rumah penduduk. “Setiap RW dan RT harus betul-betul mengenali warganya, sampai benar-benar mengetuk pintu rumah warga,” katanya.
Data yang dikumpulkan melalui Laci RW pun sangat detail. Tidak hanya jumlah penduduk, tetapi juga indikator sosial dan kondisi lingkungan seperti rumah yang belum memiliki septic tank, jumlah anak yang tidak bersekolah, hingga jumlah ibu tunggal.
Data Sudah Diverifikasi BPS, Siap Jadi Acuan Kebijakan
Farhan menambahkan, seluruh data yang masuk telah melalui proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini memastikan angka-angka yang digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan daerah memiliki tingkat akurasi tinggi.
“Alhamdulillah, datanya sudah diverifikasi oleh BPS dan bisa dipakai,” katanya.
Dengan sistem pemutakhiran berkala dan verifikasi independen, Pemkot Bandung berharap Laci RW mampu menjadi early warning system yang efektif, bukan hanya untuk menekan angka kriminalitas, tetapi juga untuk merumuskan program sosial yang tepat sasaran di tingkat kelurahan.