CIANJUR — Upaya pemulangan Ai Juariah (43) kini memasuki tahap akhir setelah tim Kemenlu RI berhasil menemukan keberadaannya di Libya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur Deny Widya Lesmana mengatakan, pekerja migran asal Desa Karangwangi itu kini dalam kondisi kesehatan mulai membaik dan tengah berada di lingkungan KBRI setempat.
"Tim dari Kemlu RI berhasil menemukan keberadaan Ai Juariah di Libya dengan kondisi yang cukup baik. Kami masih berkoordinasi terkait rencana pemulangan ke Indonesia karena ada beberapa dokumen yang harus dipenuhi," kata Deny di Cianjur, Selasa.
Berangkat Ilegal, 11 Kali Berganti Majikan
Ai Juariah diberangkatkan ke Libya secara nonprosedural atau ilegal 14 bulan lalu. Akibatnya, namanya tidak terdata di Disnakertrans Cianjur maupun instansi terkait lainnya. Kondisi ini membuat proses pencarian sempat terkendala ketika ia mengirimkan video meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat dan Presiden RI.
"Kami langsung bersurat ke Kemenlu RI agar dibantu dalam proses pencarian dan pemulangan. Respons cepat pihak Kementerian mendapatkan lokasi dan bertemu dengan yang bersangkutan," ujar Deny.
Selama bekerja di Libya, Ai Juariah tidak pernah menerima upah karena gajinya dibayarkan melalui pihak ketiga yang mempekerjakannya. Disnakertrans Cianjur masih melakukan penelusuran terkait aliran pembayaran tersebut.
Imbauan Disnakertrans: Jangan Tergiur Gaji Besar
Kasus Ai Juariah menjadi alarm bagi masyarakat Cianjur yang masih tinggi minatnya bekerja ke luar negeri secara ilegal. Deny mengimbau warga tidak tergiur dengan janji gaji besar dan penempatan nyaman yang berujung pada penderitaan.
"Silakan datang ke Disnakertrans Cianjur kalau ingin bekerja ke luar negeri. Pastikan negara yang akan dituju aman dan tidak terlarang. Kami akan berikan informasi agar keberangkatan mereka terdata dan legal," imbaunya.
Pemkab Cianjur berharap proses kepulangan Ai Juariah dapat segera direalisasikan sehingga ia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya di Cianjur. Informasi terbaru menyebutkan, pekerja migran tersebut sudah berada di lingkungan KBRI Libya dan menunggu proses administrasi kepulangan.