SUMEDANG — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Sumedang, Jawa Barat. Ia datang langsung ke rumah duka pada Selasa untuk bertakziah dan berdialog dengan orang tua almarhum.
"Kami datang mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya teman-teman kita semua, Ananda Rifqi, pada saat latihan SPPI dan saya atas nama negara ada tentunya hadir untuk mengucapkan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya," ujar Dudung dalam keterangan yang diterima di Sumedang.
Putra Terbaik Bangsa yang Sedang Dipersiapkan untuk Tugas Mulia
Dudung menegaskan bahwa kepergian Muhammad Rifki Renaldi Gunawan merupakan kehilangan besar bagi bangsa. Sebab, almarhum tengah dipersiapkan untuk mengemban tugas mulia dalam mendukung upaya menyejahterakan masyarakat melalui program SPPI.
"Kita merasa kehilangan putra terbaik bangsa dalam proses dan pelaksanaan pendidikan untuk ke depannya adalah tugas mulia dalam rangka menyejahterakan masyarakat," katanya.
Santunan dan Ziarah ke Makam
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah tidak hanya menyampaikan belasungkawa. Dudung menyebut bahwa pihaknya juga memberikan santunan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian negara.
"Kami memberikan santunan juga dan saya juga agendakan hari ini mengunjungi makam untuk mendoakan almarhum," jelasnya.
Usai bertakziah, Dudung beserta jajaran pemerintah yang mendampingi langsung melakukan ziarah ke makam almarhum. Mereka mendoakan sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada peserta SPPI tersebut.
Keluarga Ikhlas, Pemerintah Berkomitmen Penuh
Dudung mengaku telah berdialog langsung dengan kedua orang tua almarhum. Ia menyebut bahwa keluarga telah mengikhlaskan kepergian putranya, meskipun masih merasakan kehilangan yang mendalam.
Pemerintah, lanjutnya, turut merasakan duka yang dialami serta berkomitmen memberikan perhatian sebagai bentuk kepedulian atas rasa kehilangan keluarga tersebut. Program SPPI sendiri merupakan inisiatif strategis nasional yang mempersiapkan sarjana muda untuk menjadi agen pembangunan di daerah.