SUMEDANG — Kunjungan Kepala Staf Presiden ke Sumedang bukan sekadar seremoni. Dudung Abdurachman menyoroti kesiapan daerah ini menyambut dua program prioritas nasional: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Sekolah Rakyat.
Sumedang Tak Lagi Sekadar Tahu
“Sumedang dulu dikenal hanya dengan tahunya. Namun setelah dipimpin Pak Dony, saya melihat banyak perubahan dan kemajuan di berbagai bidang. Ini patut diapresiasi,” ujar Dudung dalam keterangan resmi, Selasa.
Mantan Pangkostrad itu menegaskan sistem pemerintahan yang dibangun Bupati Dony menjadi modal utama. Ia yakin program-program nasional akan berkembang baik di Sumedang dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
Command Center: Jantung Transformasi Digital Sumedang
Bupati Dony Ahmad Munir menjelaskan, transformasi itu berpusat pada Command Center di PPS. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat kendali big data yang menghimpun dan menganalisis informasi secara cepat.
“Dari sinilah berbagai data dihimpun dan dianalisis sehingga menjadi dasar dalam mengambil kebijakan yang tepat dan cepat,” jelasnya.
Dony menambahkan, keberhasilan ini ditopang dua kebijakan utama: reformasi birokrasi dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Keduanya dirancang untuk mempercepat pelayanan publik.
Pelayanan Publik Lebih Efektif dan Transparan
“Tujuannya mempermudah sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat sehingga pelayanan publik menjadi lebih efektif, efisien, dan transparan,” pungkas Dony.
Apresiasi dari level nasional ini menjadi pengakuan atas kerja keras Pemkab Sumedang dalam membangun sistem pemerintahan yang tidak lagi manual. Sumedang kini menjelma menjadi salah satu daerah yang serius mengadopsi teknologi informasi dalam birokrasi.