BANDUNG — Antusiasme warga terlihat sejak pagi saat pintu pemeriksaan dibuka. Wakil Ketua INTI Jawa Barat Mimi Ekiami mencatat, dari total 350 peserta, sebagian merupakan anggota INTI dan sisanya masyarakat umum yang sengaja diundang.
“Kami memang membuka untuk umum karena ingin mengajak masyarakat lebih peduli kesehatan,” kata Mimi dalam keterangannya, Minggu (19/5).
Layanan Spesialis dan Deteksi Dini
Lima dokter spesialis disiagakan dalam kegiatan ini. Mereka adalah dr. Dian Burhansah (OG), dr. Riki Irawan, dr. Bimo Kusumo (BTKV), dr. Setiawan Widodo (JP), dan dr. Satria Prawira Putra (Sp.OT).
Peserta bisa mengakses USG Obgyn, USG varises, EKG atau rekam jantung, hingga rontgen lutut. Selain itu, tersedia pula layanan suntik vitamin secara gratis.
Mimi menekankan, pemeriksaan ini bertujuan untuk deteksi dini. “Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, penanganan bisa dilakukan sebelum penyakit menjadi lebih serius,” ujarnya.
Komitmen Berkelanjutan ke Daerah Lain
Ketua INTI Jawa Barat Leon Hanafi menyebut kegiatan serupa akan diperluas. Setelah Bandung, pihaknya sudah berdiskusi dengan RS Mitra Keluarga untuk menggelar acara di Sukabumi atau Tasikmalaya.
“Tadi saya sudah bicara sama Mitra Keluarga, kemungkinan selanjutnya kita akan di daerah seperti Sukabumi atau Tasikmalaya. Di sana juga ada INTI daerah, supaya mereka mendapat fasilitas yang sama seperti di Bandung,” jelas Leon.
INTI dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur juga telah menandatangani perjanjian kerja sama. Salah satu poinnya, INTI menyediakan mobil gratis bagi pasien yang memerlukan pemeriksaan lanjutan ke Bekasi.
Jembatan Akses Pasien ke Rumah Sakit
Leon mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata pelayanan INTI kepada masyarakat. Organisasi ini hadir sebagai jembatan yang memudahkan akses pasien ke rumah sakit, termasuk soal pendaftaran dan keringanan biaya.
“Kami sudah bicara dengan pihak RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Kalau melalui INTI, nanti dikasih servis yang spesial dan biaya yang lebih ringan dari biasanya,” ujar Leon.
Menurutnya, program ini sejalan dengan visi INTI dalam memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor sumber daya manusia. “Bagaimana manusia yang sehat baru bisa berprestasi atau berkontribusi. Ini bagian dari program ketahanan nasional selain ekonomi, budaya, dan pangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelayanan ini diprioritaskan untuk anggota INTI, namun lebih luas lagi untuk masyarakat umum yang membutuhkan.
Harapan untuk Kualitas Hidup Lebih Baik
Mimi berharap program ini membuat masyarakat Indonesia, khususnya Kota Bandung dan Bandung Raya, menjadi lebih sehat, bahagia, dan hidup dengan kualitas yang lebih baik. “Kami ingin masyarakat lebih aware. Deteksi dini itu penting, apakah tubuh kita sehat atau ada sesuatu, jadi bisa ditangani lebih cepat,” pungkasnya. (Rustandi)