SUKABUMI — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menilai upaya memperbanyak vegetasi di kawasan perkotaan harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat. Ruang terbuka hijau, menurutnya, memiliki peran penting dalam mengurangi dampak pemanasan global, menyerap emisi karbon, serta menjaga kualitas udara.
“Menanam pohon adalah menanam kebaikan dan menanam kebenaran. Sesungguhnya kita sedang menanam kehidupan. Apa yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat bagi banyak orang di masa depan,” ujar Ayep Zaki.
Investasi Jangka Panjang untuk Kualitas Hidup
Ayep menekankan bahwa pohon bukan sekadar elemen penghijauan. Di tengah karakter alam Kota Sukabumi yang sejuk, keberadaan pepohonan dinilai menjadi aset yang harus terus dipertahankan. Ia mengajak warga tidak berhenti menanam pohon di lingkungan rumah, sekolah, tempat ibadah, maupun ruang-ruang publik lainnya.
“Saya mengajak seluruh warga Kota Sukabumi jangan pernah bosan menanam pohon. Semakin banyak pohon yang tumbuh, semakin baik kualitas udara yang kita hirup dan semakin nyaman lingkungan tempat kita tinggal,” katanya.
Dampak Langsung ke Kesehatan dan Kenyamanan Warga
Menurut Ayep, kota yang hijau bukan hanya menghadirkan keindahan. Pepohonan mampu menurunkan suhu udara, mengurangi polusi, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat. Ia menambahkan, pelestarian lingkungan tidak cukup dilakukan melalui kebijakan pemerintah semata, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau Kota Sukabumi semakin hijau, masyarakat akan menikmati udara yang lebih bersih, lingkungan yang lebih sejuk, dan kualitas hidup yang semakin baik. Menanam pohon adalah investasi untuk masa depan kota yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
Komitmen di Forum Nasional APEKSI 2026
Komitmen Ayep terhadap penghijauan juga ditunjukkan saat dirinya mengikuti aksi penanaman pohon bersama para kepala daerah dari seluruh Indonesia dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan. Pada kesempatan itu, Ayep menanam pohon jambu bol sebagai tanaman khas daerah yang menjadi simbol harapan agar nilai-nilai kebaikan terus tumbuh dan mengakar.