BANDUNG — Puluhan penari dengan kostum tradisional dari berbagai negara berjalan di sepanjang Jalan Asia Afrika, kawasan bersejarah yang menjadi saksi Konferensi Asia Afrika 1955. Karnaval yang berlangsung sejak pagi itu menjadi puncak peringatan Konferensi Asia Afrika ke-71.
Delegasi dari 26 negara berpartisipasi dalam karnaval tahun ini. Mereka menampilkan tarian, musik, dan pakaian khas yang mencerminkan identitas budaya masing-masing negara.
Kostum Tari dan Musik Tradisional Mewarnai Sepanjang Rute
Peserta mengenakan kostum tari saat Karnaval Asia Afrika 2026 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr
Ribuan warga berjejer di sepanjang trotoar untuk menyaksikan iring-iringan peserta. Beberapa di antaranya membawa kamera dan ponsel untuk mengabadikan momen langka tersebut.
71 Tahun Semangat Bandung: Dari Konferensi ke Karnaval
Karnaval ini bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat akan semangat solidaritas negara-negara Asia dan Afrika yang pertama kali dirumuskan dalam Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. Acara tahun ini menjadi ajang diplomasi budaya yang melibatkan generasi muda dari berbagai negara.
Pewarta: Raisan Al Farisi
Editor: M Agung Rajasa