BANDUNG — Kerumunan massa mulai terlihat memenuhi sisi kanan dan kiri Jalan Asia Afrika sejak pagi buta. Mereka datang dari berbagai penjuru kota untuk menyaksikan parade budaya yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam rangkaian Asia Africa Festival (AAF) 2026.
Pantauan di lokasi, parade resmi dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga menjelang pukul 12.00 WIB. Meski cuaca semakin terik menjelang siang, warga tetap bertahan. Banyak di antaranya mengabadikan setiap penampilan menggunakan ponsel.
Marching Band hingga Tarian Bali Meriahkan Rute Parade
Parade dibuka oleh Marching Band Bhinneka Bhakti Taruna Kabupaten Bandung. Setelah itu, giliran berbagai komunitas seni dan budaya dari sejumlah daerah di Indonesia unjuk kebolehan.
Penampil yang turut memeriahkan acara antara lain Sanggar Tari Bali Asmarandana, Sanggar Putri Ayi Jepang & Indonesia, Perempuan Berkebaya Indonesia Kota Cirebon, Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda Madiun, Kereta Kencana Pasraman Sarwa Dharma, Sanggar Yang Art Disparbud Kabupaten Garut, dan Sanggar Bambu Gunung.
Atraksi yang ditampilkan beragam, mulai dari tarian tradisional, seni bela diri, hingga parade busana adat yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara.
Pengunjung Rela Jalan Kaki Delapan Kilometer Demi AAF 2026
Salah seorang pengunjung, Sudarmi, mengaku datang bersama suaminya yang berusia 81 tahun dengan berjalan kaki sejauh delapan kilometer dari rumah. "Hari ini acaranya sangat meriah. Pengunjungnya ramai sekali. Saya tidak peduli cuaca panas, yang penting bisa menyaksikan festival sampai selesai," tuturnya.
Liaison Officer (LO) Pendamping Delegasi Pemerintah Kabupaten Garut, Nikeisha, membenarkan antusiasme warga sudah terlihat sejak pagi. "Sejak pagi hari, bahkan sebelum acara dimulai, masyarakat sudah memadati kawasan Asia Afrika untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade," ujarnya.
Semangat Konferensi Asia Afrika Dirayakan Lewat Keberagaman Budaya
Melalui festival ini, Kota Bandung kembali memperkuat citranya sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, kreativitas, serta semangat Konferensi Asia Afrika. Parade budaya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia dalam semangat persatuan dan kolaborasi.