Pencarian

Danantara Pangkas 1.077 BUMN Jadi 300 Perusahaan, Target Hemat Rp50 Triliun per Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 • 10:02:31 WIB
Danantara Pangkas 1.077 BUMN Jadi 300 Perusahaan, Target Hemat Rp50 Triliun per Tahun
Danantara memangkas jumlah entitas BUMN dari 1.077 menjadi 300 perusahaan.

JAWA BARAT — Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan, dari total 1.077 perusahaan yang ada, sekitar 52 persen di antaranya mengalami kerugian. Praktik transaksi berlapis antara induk, anak usaha, hingga cucu perusahaan disebut menjadi sumber utama inefisiensi yang menggerogoti keuangan negara.

“Selama ini ada transaksi berlapis yang menimbulkan inefisiensi signifikan,” kata Dony dalam keterangan resminya.

Hemat Rp50 Triliun Tanpa PHK

Meski jumlah entitas dipangkas drastis, Danantara memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Keputusan ini diambil setelah menghitung dampak finansial konsolidasi. Menurut Dony, nilai penghematan dari penggabungan perusahaan justru jauh lebih besar dibandingkan biaya mempertahankan seluruh karyawan.

Program perampingan ini berpotensi menghasilkan penghematan langsung hingga Rp50 triliun per tahun. Efisiensi berasal dari integrasi pengadaan barang dan jasa, pemanfaatan fasilitas pendukung secara bersama, serta optimalisasi sumber daya perusahaan.

Kunci Sukses: Value Creation, Bukan Sekadar Merger

Ekonom UI Toto Pranoto mengingatkan, sejarah konsolidasi BUMN di masa lalu tidak selalu mulus. Beberapa penggabungan justru berujung pada penurunan nilai perusahaan atau value destroying karena proses integrasi pasca-merger berjalan tidak optimal.

“Keberhasilan konsolidasi tidak bisa diukur hanya dari efisiensi jangka pendek. Aspek paling krusial adalah memastikan proses penggabungan mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan negara,” ujar Toto.

Ia menekankan pentingnya tahapan persiapan seperti due diligence, pembentukan project management office (PMO), hingga pelaksanaan post-merger integration secara komprehensif. Jika proses ini dilakukan asal-asalan, potensi pembengkakan biaya dan penurunan daya saing justru mengintai.

Daya Saing BUMN di Ujung Tanduk

Presiden Prabowo Subianto secara khusus mengarahkan agar transformasi BUMN tidak merugikan pekerja. Arahan ini menjadi landasan Danantara dalam menyusun peta jalan konsolidasi.

“Kalau sekarang Presiden menyampaikan dari sekitar seribuan akan dibuat menjadi hanya sekitar 300, konteksnya adalah bagaimana daya saing BUMN bisa diperkuat,” kata Toto.

Dengan struktur biaya yang lebih ringan, Toto meyakini bottom line atau angka profit perusahaan negara bisa meningkat secara otomatis. Rencana perampingan ini dijadwalkan rampung pada 2026, menjadikannya salah satu restrukturisasi BUMN terbesar dalam sejarah Indonesia.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks