JAWA BARAT — Yamaha memperbarui lini motor retro mereka di pasar Taiwan dengan kehadiran XSR155 2026. Motor yang kerap disandingkan dengan Kawasaki W175 Street di Indonesia ini diperkenalkan langsung dalam pameran Nankang Big Bike Show. Mesinnya masih mengandalkan jantung mekanis satu silinder 155cc SOHC 4-katup dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) dan pendingin radiator. Tenaga puncak mencapai 18,7 hp pada 10.000 rpm, sementara torsi maksimal 14 Nm di 7.500 rpm. Transmisi manual 6-percepatan sudah dibekali assist & slipper clutch yang membantu perpindahan gigi lebih ringan dan anti-selip saat deselerasi mendadak.
Desain Retro di Atas Sasis Deltabox Modern
Secara tampilan, XSR155 2026 tak berubah dari model yang sudah beredar di Indonesia. Konsep neo-retro terlihat jelas dari headlamp dan stoplamp bulat, speedometer bundar, tangki model teardrop, serta jok dengan jahitan horizontal. Semua elemen klasik itu diletakkan di atas sasis Deltabox yang kaku dan modern.
Bagian kaki-kaki mengandalkan suspensi depan upside-down 37 mm yang memberi kesan kekar, ditambah monoshock di belakang. Remnya pakai cakram depan 267 mm dan belakang 220 mm, sudah dilengkapi ABS dual-channel. Velg 17 inci dibalut ban 110/70 depan dan 140/70 belakang. Dimensi motor ini tercatat panjang 2.005 mm, lebar 805 mm, tinggi 1.075 mm, dengan jarak sumbu roda 1.325 mm, tinggi jok 810 mm, tangki bensin 10 liter, dan bobot 137 kilogram.
Dua Pilihan Warna dan Promo 55 Unit Pertama
Yamaha XSR155 2026 di Taiwan tersedia dalam dua opsi warna: Dark Night Black dan Metallic Silver. Untuk urusan pencahayaan, lampu depan-belakang sudah LED, namun lampu sein masih menggunakan bohlam halogen. Panel instrumen mengusung LCD full-digital.
Soal harga, ada kejutan untuk 55 pembeli pertama. Mereka berhak mendapatkan harga spesial 148.000 dolar Taiwan, atau sekitar Rp 81,9 jutaan. Angka ini jelas lebih rendah dibanding harga normal yang belum diumumkan secara gamblang. Strategi early bird ini biasa digunakan pabrikan untuk membangun antusiasme di awal peluncuran. Belum ada informasi apakah model ini akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat, mengingat pasar motor retro di Tanah Air masih didominasi oleh produk-produk 150cc-250cc dari berbagai merek.