Pencarian

IHSG Menguat 0,35% ke 6.524 di Sesi I, Saham Raharja Energi Cepu Melonjak 6,34%

Jumat, 21 Agustus 2026 • 10:18:01 WIB
IHSG Menguat 0,35% ke 6.524 di Sesi I, Saham Raharja Energi Cepu Melonjak 6,34%
IHSG ditutup menguat 0,35% ke level 6.524 pada sesi I perdagangan hari ini.

JAWA BARAT — Level tersebut masih di atas posisi penutupan perdagangan Kamis lalu di angka 6.501,58. Sepanjang sesi awal, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.544,00 dan level terendah 6.507,43, menunjukkan tekanan jual yang relatif terbatas di tengah sentimen positif pasar regional.

Energi Jadi Motor Penggerak, tapi Bukan Tanpa Hambatan

Indeks sektoral IDX Energy tercatat naik 0,21% ke level 3.234,48. Namun, pergerakan saham di dalamnya cenderung bervariasi. Sebagian besar penguatan ditopang oleh emiten berkapitalisasi menengah, sementara saham-saham batu bara berkapitalisasi besar justru tertekan.

Berikut pergerakan saham energi pada sesi I hari ini:

  • Raharja Energi Cepu (RAHA) naik 6,34% ke Rp 4.530 dengan volume transaksi 5,06 juta saham — menjadi pendorong utama indeks sektoral.
  • Sillo Maritime Perdana (SHIP) menguat 1,85% ke Rp 2.200.
  • Baramulti Suksessarana (BSSR) naik 0,90% ke Rp 4.470.
  • Petrosea (PTRO) menguat 0,48% ke Rp 5.275, diikuti Transcoal Pacific (TCPI) yang naik 0,40% ke Rp 2.530.
  • Alamtri Resources Indonesia (ADMR) terapresiasi 0,39% ke Rp 2.570.

Di sisi lain, koreksi terjadi pada beberapa nama besar. Bayan Resources (BYAN) menjadi pemberat utama dengan turun 1,85% ke Rp 15.875. Indika Energy (INDY) melemah 1,12% ke Rp 2.660, sementara Indo Tambangraya Megah (ITMG) terkoreksi 0,49% ke Rp 25.275.

Mengapa Saham Batu Bara Besar Justru Tertekan?

Tekanan pada saham batu bara berkapitalisasi besar terjadi di tengah aksi ambil untung investor. Ini terlihat dari koreksi tipis pada Adaro Andalan Indonesia (AADI) yang turun 0,25% ke Rp 9.875 dan Paragon Karya Perkasa yang melemah 0,82% ke Rp 3.640.

Beberapa emiten lain seperti Golden Energy Mines (GEMS), Bukit Asam (PTBA), ABM Investama (ABMM), dan Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) tercatat masih bertahan di harga pembukaan.

Pola pergerakan ini menunjukkan rotasi sektor terjadi di dalam industri energi. Investor cenderung memindahkan dana ke saham-saham dengan kapitalisasi lebih kecil yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi, sambil mengamankan keuntungan dari saham lapis pertama yang sudah naik signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan IHSG yang masih bertahan di atas level psikologis 6.500, pelaku pasar tampaknya menunggu katalis lanjutan dari rilis data ekonomi domestik dan pergerakan harga komoditas global untuk menentukan arah indeks pada sesi berikutnya.

Investasi mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa depan.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: listrikindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks