JAWA BARAT — Kasus influenza di sejumlah wilayah Indonesia dilaporkan meningkat, dan tipe A disebut sebagai yang paling dominan bersirkulasi pada manusia. Berikut penjelasan pakar IDAI soal subtipe H1N1 dan H3N2, kelompok anak yang paling berisiko, serta langkah pencegahan yang bisa ibu lakukan di rumah.
Yang membedakannya dari flu biasa adalah kemampuan virus ini bermutasi dengan cepat. Itulah sebabnya influenza A perlu diwaspadai, terutama pada kelompok rentan seperti anak, lansia, ibu hamil, dan pemilik penyakit penyerta.
Apa Itu Influenza A dan Apa Bedanya dengan Influenza B?
Influenza A merupakan salah satu tipe virus flu yang menyerang manusia. dr Anggraini menyebut tipe ini yang paling dominan bersirkulasi, dengan subtipe utama A(H1N1) dan A(H3N2).
"Ini golongannya memang ada tipe-tipenya kalau ke manusia ini adalah A dan B seperti itu dengan tetap yang dominan adalah A dengan H1N1, H3N2 inilah yang masih terus ada bersirkulasi di kita," jelasnya dalam media briefing, Jumat (18/9/2026).
Influenza B juga masih ada, tetapi tidak diklasifikasikan berdasarkan protein H dan N seperti influenza A. Influenza B dibagi berdasarkan garis keturunan virus, yakni B/Victoria dan B/Yamagata.
Mengapa Influenza A Lebih Mudah Bermutasi?
Influenza A tidak hanya menginfeksi manusia, tetapi juga berbagai jenis hewan, terutama babi. Kemampuan berpindah inang inilah yang membuat virus ini lebih cepat berubah bentuk.
"Ternyata flu A ini yang kita harus hati-hati karena dia ini hobinya cepat sekali mutasi tidak hanya manusia, hewan pun juga dan yang terutama menjadi perhatian kita adalah babi," ujar dr Anggraini.
Perubahan genetik yang terus terjadi bisa memicu munculnya varian baru. Dalam sejarah, mutasi influenza A pernah berkontribusi pada pandemi besar seperti flu Spanyol dan swine flu.
Bukan Flu Burung, Ini Penegasan Pakar IDAI
dr Anggraini menegaskan influenza A yang saat ini bersirkulasi pada manusia bukan subtipe flu burung. Influenza A adalah kelompok virus besar yang punya banyak subtipe dan bisa menyerang manusia maupun hewan.
"Jadi bukan flu burung, bukan hal yang baru memang yang namanya flu itu mudah bermutasi," tuturnya.
Klasifikasi subtipe influenza A didasarkan pada kombinasi protein hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N). Untuk A(H1N1), tercatat clade 6B.1 dengan subclade 6B.1A. Sementara A(H3N2) masuk clade 3C.2a dan 3C.3a, dengan subclade 3C.2a1 hingga 3C.2a4.
Siapa yang Paling Berisiko Alami Gejala Berat?
Semua orang bisa terinfeksi influenza A maupun B. Namun, sejumlah kelompok lebih rentan mengalami gejala berat dan komplikasi.
- Anak-anak, terutama usia balita
- Lansia
- Ibu hamil
- Pemilik penyakit penyerta atau komorbid
"Siapa saja yang bisa terkena influenza baik A maupun B itu semuanya tetapi yang berisiko untuk mengalami berat ada anak, lansia, ibu hamil serta yang punya komorbid," pungkas dr Anggraini.
Cara Mencegah Influenza A pada Anak
Vaksinasi menjadi salah satu upaya pencegahan yang dianjurkan untuk mengurangi risiko influenza. dr Anggraini menegaskan vaksin dapat melindungi dari influenza A maupun B.
"Sudah bisa flu A dan B ini kita cegah dengan vaksinasi," tutupnya.
Selain vaksin, ibu bisa menerapkan kebiasaan sederhana di rumah: cuci tangan rutin, ajarkan anak menutup mulut saat bersin, dan jaga sirkulasi udara ruangan. Jika anak menunjukkan gejala seperti demam tinggi, batuk, atau sesak napas yang memburuk, segera konsultasikan ke dokter.
Mengenali jenis influenza A dan kelompok risikonya membantu ibu mengambil langkah pencegahan lebih awal. Vaksinasi dan kebiasaan bersih di rumah jadi dua hal paling praktis yang bisa dilakukan mulai hari ini.