BOGOR — Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bersama Universitas Pertahanan (UNHAN). Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 Auditorium Kampus UNHAN pada Senin (18/5/2026) itu juga melibatkan Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kota Depok.
“Pemerintah Kabupaten Bogor sangat mendukung penuh kolaborasi BPOM bersama UNHAN dalam upaya pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu demi menyelamatkan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ade Ruhandi dalam sambutannya.
6,1 Juta Jiadi Bawah Tanggung Jawab Besar
Menurut Ade, sebagai kabupaten dengan populasi lebih dari 6,1 juta jiwa, Bogor memiliki peran strategis dalam mengawal program nasional ini. Ia menilai penguatan kapasitas lintas sektor menjadi kunci agar upaya pencegahan tidak berhenti di seremonial belaka.
“Ini bukan sekadar acara. Kami ingin memastikan bahwa pencegahan penyalahgunaan OOT benar-benar menyentuh masyarakat, terutama remaja yang paling rentan,” tegasnya.
BPOM: Penyalahgunaan OOT Ancam Ketahanan Nasional
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyebut penyalahgunaan OOT bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan ancaman serius terhadap ketahanan nasional. Ia menyoroti tingginya kerentanan remaja terhadap obat-obatan tertentu yang berpotensi menimbulkan dampak sosial luas jika tidak segera diantisipasi.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan institusi pendidikan seperti UNHAN sangat vital,” kata Taruna di hadapan peserta aksi nasional.
Kolaborasi Lintas Daerah dan Lembaga
Aksi Nasional ini menjadi forum penguatan kapasitas bagi aparatur sipil negara, tenaga kesehatan, dan akademisi dari tiga wilayah: Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok. Materi yang dibahas meliputi deteksi dini penyalahgunaan OOT, mekanisme pengawasan distribusi, hingga pendekatan rehabilitasi berbasis komunitas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program BPOM dalam menekan angka penyalahgunaan obat di kalangan pelajar dan mahasiswa. UNHAN sebagai tuan rumah dinilai tepat karena memiliki jangkauan ke generasi muda yang tengah menempuh pendidikan tinggi.
Wakil Bupati Bogor berharap langkah konkret bisa segera diimplementasikan, seperti pembentukan satuan tugas pencegahan di tingkat kecamatan dan penguatan peran posyandu remaja.