Pencarian

Berdikari Gandeng Peternak Bone, Bangun Hilirisasi Ayam Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:03:29 WIB
Berdikari Gandeng Peternak Bone, Bangun Hilirisasi Ayam Terintegrasi dari Hulu ke Hilir
Peternak rakyat di Bone menjadi fokus utama dalam pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi.

JAWA BARAT — Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dipilih sebagai salah satu lokasi prioritas pengembangan hilirisasi ayam nasional. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyebut daerah ini dinilai paling siap dari sisi ekosistem dan dukungan pemda.

Peternak Jadi Inti, BUMN Siapkan Hulu

Skema yang dirancang menempatkan peternak rakyat sebagai inti usaha. Negara, melalui Berdikari, akan menyuplai bibit dan pakan, lalu menyerap hasil produksi dalam sistem kemitraan.

“Ini proyek strategis nasional yang dijaga untuk membangun ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi sekaligus memperkuat posisi peternak rakyat,” ujar Agung dalam rapat di Makassar, Kamis (28/5/2026).

Bone Punya 60 Ribu Hektare Jagung, Siap Jadi Lumbung Pakan

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyebut daerahnya memiliki lahan jagung seluas 60 ribu hektare, dan bisa naik hingga 120 ribu hektare di musim tertentu. Dengan adanya proyek ini, kebutuhan bahan baku pakan bisa dipasok dari dalam daerah.

“Kami sangat bersyukur. Nanti kebutuhan bahan baku pakan bisa disuplai dari daerah kami sendiri,” katanya. Pemda siap membantu perizinan, tenaga kerja, hingga material lapangan agar proyek berjalan cepat.

Kepastian Usaha yang Dirindukan Peternak Mandiri

Ketua Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER), H. Mulyadi Atma, mengatakan peternak mandiri di Sulsel selama ini kesulitan menghadapi fluktuasi harga pakan dan pasar. Pola kemitraan ini diharapkan memberi kepastian bahan baku sekaligus pasar.

“Negara hadir melalui BUMN dan didukung pemerintah untuk menciptakan kepastian bahan baku dan kepastian pasar. Ini yang selama ini dibutuhkan peternak rakyat,” ujar Mulyadi.

Berdikari: Ini Bukan Proyek Kecil, Harus Dibangun Bersama

Direktur Operasional Bisnis II PT Berdikari, I Putu Yastika, menegaskan program ini bukan proyek peternakan biasa, melainkan penciptaan ekosistem usaha berkelanjutan. Keberhasilannya, menurut dia, bergantung pada sinergi semua pihak.

“Keterbukaan dan kolaborasi yang kuat adalah kunci. Program ini tidak akan berhasil kalau kita tidak membangun komunikasi yang baik dan bersinergi bersama,” ujar I Putu.

Agung menambahkan, Sulawesi Selatan menjadi satu dari lima provinsi prioritas pengembangan hilirisasi ayam nasional. “Kalau Bone berhasil, Insya Allah daerah lain juga bisa berhasil,” katanya.

Bagikan
Sumber: tabloidsinartani.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks