JAWA BARAT — Rapat koordinasi tingkat menteri bidang pangan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/6), menghasilkan satu keputusan penting: HET Minyakita bakal naik. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan langsung kesepakatan itu usai rapat.
"Hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi untuk Minyakita," ujar Budi.
Harga Baku Melonjak, HET Minyakita Tak Berubah Tiga Tahun
Selama ini HET Minyakita masih bertahan di angka Rp15.700 per liter. Angka itu berlaku sejak 2024 atau sudah lebih dari tiga tahun. Sementara di sisi lain, harga minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku utama terus merangkak naik. Kenaikan ini langsung berdampak pada perhitungan keekonomian minyak goreng rakyat tersebut.
Budi menjelaskan, pemerintah tidak hanya memantau harga CPO. Pergerakan harga tandan buah segar (TBS) yang sempat turun juga ikut dipertimbangkan. Pemerintah ingin memastikan kenaikan HET tidak memberatkan petani maupun konsumen.
"Jadi kita akan melihat harganya stabil ya, setelah itu baru ditetapkan berapa angka untuk kenaikan harga eceran tertinggi untuk Minyakita," katanya.
Besaran Kenaikan Masih Dikalkulasi, Target Rampung Dua Pekan
Meski keputusan menaikkan harga sudah bulat, nominal pastinya belum final. Budi menyebut besaran HET baru masih akan dibahas lebih lanjut antar kementerian dan lembaga. Targetnya, angka final bisa ditetapkan dalam satu sampai dua minggu ke depan.
Penyesuaian ini, menurut Budi, murni didorong oleh faktor kenaikan harga bahan baku CPO dan biaya produksi. Kedua faktor itu membuat perhitungan keekonomian Minyakita tidak lagi ideal jika HET tetap di Rp15.700 per liter.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi produsen minyak goreng rakyat yang selama ini mengeluh margin tipis. Namun di sisi lain, konsumen harus bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk membeli Minyakita dalam waktu dekat.