JAWA BARAT — Pemegang saham dalam RUPST juga menyetujui pemberhentian Jasmine Karsono dari jabatan Direktur Portofolio, Produk dan Layanan. Perombakan jajaran pengurus ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk mendongkrak tata kelola dan efektivitas operasional.
Siapa Bonanza Perwira Taihitu?
Bonanza bukan nama baru di lingkaran kebijakan kesehatan. Sebelum menjabat Staf Ahli Kemenkes sejak 2025, ia pernah menjadi Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan di kementerian yang sama pada 2022-2024. Kariernya juga sempat menempuh jalur diplomatik sebagai Koordinator Fungsi Politik II untuk Kerja Sama Kesehatan, HAM, dan Kemanusiaan di Kementerian Luar Negeri pada 2019.
Masuknya figur dengan latar belakang regulasi dan diplomasi kesehatan ini dinilai strategis. Kimia Farma, sebagai salah satu pilar industri farmasi negara, membutuhkan jembatan langsung ke pusat pengambilan kebijakan di tengah dinamika sektor kesehatan pasca-pandemi.
Alasan di Balik Perombakan Pengurus
Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam menjelaskan, perubahan susunan pengurus sudah direncanakan sebagai bagian dari langkah strategis perseroan.
"Berbagai keputusan yang disepakati dalam RUPST merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendukung penguatan tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, dan memperbaiki kinerja perseroan secara menyeluruh," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).
Perusahaan berharap, komposisi baru ini mampu memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan agenda transformasi dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
Susunan Pengurus Terbaru Kimia Farma
Dengan perubahan tersebut, jajaran Dewan Komisaris Kimia Farma kini terdiri dari tujuh orang. Stefan Looho menjabat sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Posisi Komisaris Independen diisi oleh Diah Kusumawardani dan Fachmi Idris. Sementara itu, Suprianto, Sumarjati Arjoso, dan Bonanza Perwira Taihitu duduk sebagai Komisaris.
Langkah ini menjadi ujian bagi manajemen anyar untuk membuktikan bahwa sinergi dengan pemerintah dan perbaikan struktur organisasi bisa mendorong kinerja emiten berkode saham KAEF tersebut ke depannya.