Pencarian

DPRD Jabar Beberkan Kebutuhan Rp 52 Miliar untuk Mesin Pengolah Sampah di 151 Kelurahan Kota Bandung

Kamis, 04 Juni 2026 • 23:32:31 WIB
DPRD Jabar Beberkan Kebutuhan Rp 52 Miliar untuk Mesin Pengolah Sampah di 151 Kelurahan Kota Bandung
DPRD Jabar mengungkapkan kebutuhan Rp 52 miliar untuk pengadaan mesin pengolah sampah di 151 kelurahan Kota Bandung.

BANDUNG — Rencana ambisius pengelolaan sampah di Kota Bandung mulai menemukan bentuknya. Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi telah mengkaji pengadaan satu unit mesin pengolah sampah untuk setiap kelurahan di Kota Bandung yang berjumlah 151 kelurahan. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan mesin ini diperkirakan menembus angka Rp 52 miliar.

Anggaran Rp 350 Juta per Unit, Lahan 100 Meter Persegi Disiapkan Pemkot

Menurut Buky, angka tersebut masih berupa perhitungan awal yang sedang dimatangkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat. "Sedang dibahas, tapi Kepala Bappeda saya tanya nilai satuannya sudah ada tinggal dihitung berapa kebutuhannya karena di Kota Bandung ada 151 kelurahan, nanti dihitung tinggal lahannya satu titik itu 100 meter persegi," kata Buky, Kamis (4/6/2026).

Setiap unit mesin diperkirakan membutuhkan lahan seluas 100 meter persegi. Lahan ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung untuk menyediakannya. "Itu kan harus disediakan oleh pemerintah Kota," ucap Buky menegaskan pentingnya koordinasi antara Pemprov dan Pemkot agar program ini tidak terganjal masalah lahan di kemudian hari.

Bukan Insinerator, Sampah Diubah Jadi Bahan Bakar Industri

Buky memastikan teknologi yang akan digunakan berbeda dengan insinerator yang sebelumnya menuai sorotan dari Kementerian Lingkungan Hidup karena menggunakan metode pembakaran. Mesin ini justru akan mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif berbentuk briket yang bernilai ekonomi. "Justru ini menjawab mesin insinerator karena dilarang Kementerian LH, mesin ini tidak dibakar, tapi langsung dicetak menjadi briket nanti dimanfaatkan," pungkasnya.

Teknologi RDF ini disiapkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Kota Bandung terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti yang kapasitasnya semakin kritis. Briket yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan oleh sektor industri sebagai bahan bakar alternatif.

Koordinasi Lahan Jadi Kunci, Target Satu Mesin Satu Kelurahan

Buky mengaku telah membahas langsung rencana strategis ini dengan Gubernur Dedi Mulyadi dan Kepala Bappeda Jawa Barat. "Saya sudah bicara dengan Gubernur dan Kepala Bappeda, Pemprov Jabar akan membantu pengadaan mesin pengolah sampah di tiap kelurahan, satu mesin satu kelurahan dan itu nanti akan diolah menjadi RDF, briket ya nanti bisa dipakai," ungkapnya.

Pembahasan tidak hanya menyangkut pengadaan mesin, tetapi juga kesiapan lokasi pembangunan fasilitas pengolahan. "Dibicarakan juga soal pembangunan tempatnya, jangan sampai lahan ada, alat ada tapi ada masalah untuk pembangunan tempatnya," katanya. Koordinasi yang ketat antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung menjadi krusial agar program ini berjalan lancar tanpa hambatan teknis di lapangan.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks