Pencarian

Harga Emas Antam Naik Rp 20.000 per Gram ke Rp 2.711.000, Cetak Rekor Baru Lagi

Sabtu, 13 Juni 2026 • 10:06:31 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp 20.000 per Gram ke Rp 2.711.000, Cetak Rekor Baru Lagi
Harga emas Antam naik Rp 20.000 per gram, mencapai Rp 2.711.000.

JAWA BARAT — Kenaikan ini melanjutkan tren bullish emas global yang tak terbendung sejak awal pekan lalu. Di pasar spot, harga emas dunia juga masih bertengger di atas level psikologis US$ 3.000 per troy ons, didorong oleh ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan segera memangkas suku bunga acuannya.

Buyback Ikut Naik, Selisih Harga Tetap Tipis

Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga ikut naik ke level Rp 2.473.000 per gram. Artinya, selisih antara harga jual dan harga beli kembali saat ini berada di kisaran Rp 238.000 per gram, atau sekitar 8,8% dari harga jual.

Selisih yang relatif kecil ini menjadi sinyal positif bagi investor yang ingin menjual kembali emasnya dalam waktu dekat. Semakin kecil selisihnya, semakin rendah potensi kerugian yang harus ditanggung saat mencairkan investasi.

Pecahan Kecil Paling Diburu, Kenaikan Seragam di Semua Ukuran

Kenaikan harga terjadi merata di seluruh pecahan, termasuk yang paling kecil. Emas batangan ukuran 0,5 gram naik menjadi Rp 1.405.500, sementara ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.711.000. Pecahan 5 gram naik menjadi Rp 13.055.000, dan ukuran 10 gram naik ke Rp 25.555.000.

Pecahan kecil seperti 0,5 gram dan 1 gram biasanya menjadi incaran investor ritel yang ingin mulai menabung emas secara bertahap. Harganya yang lebih terjangkau membuat kelas menengah tetap bisa ikut serta dalam tren kenaikan ini.

Sentimen Global: The Fed dan Ketegangan Geopolitik Jadi Katalis

Analis menilai kenaikan harga emas domestik tidak lepas dari faktor eksternal. Pasar masih menunggu keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan pekan depan, di mana peluang pemangkasan 25 basis poin kembali menguat setelah data inflasi AS terbaru menunjukkan perlambatan.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda terus mendorong permintaan aset safe haven. Emas menjadi pilihan utama investor institusi dan ritel global untuk mengamankan nilai portofolio di tengah ketidakpastian.

Investasi Emas: Momentum atau Jebakan?

Bagi investor ritel Indonesia, harga yang terus mencetak rekor seringkali memicu dilema: beli sekarang atau tunggu koreksi? Kepala Riset salah satu sekuritas terkemuka menyarankan agar investor tidak terjebak dalam fear of missing out (FOMO).

“Emas cocok untuk lindung nilai dan diversifikasi, bukan untuk trading jangka pendek. Kalau beli di level tertinggi, potensi capital gain jangka pendeknya tipis. Lebih baik beli bertahap,” ujarnya dalam catatan riset pekan ini.

Investasi mengandung risiko. Calon pembeli disarankan menyesuaikan pembelian dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks