JAWA BARAT — Pertandingan yang digelar di Dallas Stadium, Senin (15/6) dini hari WIB, berubah menjadi panggung pencetak gol bagi Jerman. Felix Nmecha membuka skor lebih awal, sebelum Nico Schlotterbeck, Jamal Musiala, Nathaniel Brown, Deniz Undav, dan Kai Havertz (dua gol) ikut menyumbang nama di papan skor. Curacao sempat menyamakan kedudukan lewat Livano Comenencia di babak pertama, tapi perlawanan tim debutan itu luluh lantak oleh agresivitas serangan Jerman yang tak pernah mereda hingga peluit akhir.
239 Gol: Jerman Lewati Rekor Brasil yang Bertahan Lama
Tambahan tujuh gol membuat koleksi gol Jerman di seluruh partisipasi Piala Dunia putra—termasuk era Jerman Barat—kini mencapai 239 gol. Angka itu persis satu gol lebih banyak dari catatan Brasil yang berjumlah 238 gol. Rekor ini langsung berpindah tangan begitu wasit meniup peluit panjang.
Pencapaian ini lahir dari generasi baru yang tengah membangun identitas di bawah pelatih Julian Nagelsmann. Tradisi menyerang Jerman terbukti tetap hidup lintas era, dan rekor ini menjadi bukti paling nyata.
Konsistensi Bukan Sekadar Angka: Rata-rata 2,12 Gol Per Laga
Jerman masuk dalam kelompok elite negara yang mampu mencetak lebih dari 100 gol di Piala Dunia. Bahkan, rata-rata 2,12 gol per pertandingan mereka hanya kalah dari Hungaria yang mencatat 2,72 gol per laga. Catatan ini menunjukkan bahwa produktivitas Jerman bukan sekadar ledakan sesaat, melainkan hasil dari konsistensi tampil kompetitif selama puluhan tahun.
Dengan dua pertandingan fase grup tersisa melawan Ekuador dan Pantai Gading, rekor ini masih berpeluang bertambah. Jerman memiliki kesempatan untuk semakin menjauh dari Brasil di puncak daftar tim paling produktif sepanjang sejarah Piala Dunia.