BOGOR — Sekitar 800 hektare sawah di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, kini menjadi prioritas utama dalam program normalisasi irigasi yang digelar Pemkab Bogor. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diprediksi akan mengurangi pasokan air ke lahan pertanian.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, normalisasi difokuskan pada saluran irigasi utama yang mengaliri area persawahan di wilayah timur kabupaten. “Salah satunya yaitu normalisasi untuk saluran irigasi yang mengairi kurang lebih 800 hektar sawah di Kecamatan Tanjungsari di wilayah timur Kabupaten Bogor,” kata Rudy, Sabtu (20/6/2026).
Bukan Hanya Sawah, Kolam Ikan Juga Jadi Sasaran
Pemkab Bogor tidak hanya menyasar lahan pertanian padi. Pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus pada sektor perikanan di kawasan minapolitan. Menurut Rudy, normalisasi irigasi akan diperluas ke saluran yang memasok air ke sejumlah kolam ikan milik warga.
“Kami juga berencana melakukan normalisasi di kawasan minapolitan untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor perikanan,” ujarnya.
Mengapa Normalisasi Mendesak Dilakukan Sekarang?
Musim kemarau tahun ini diperkirakan mulai berdampak pada debit air irigasi dalam beberapa pekan ke depan. Jika saluran tersumbat atau dangkal, aliran air ke sawah akan terhambat dan menyebabkan gagal panen. Dengan normalisasi, aliran air diharapkan bisa lebih lancar hingga ke petak-petak sawah paling ujung.
Pengerukan sedimentasi dan pembersihan gulma menjadi metode utama dalam normalisasi ini. Selain memperlancar aliran, langkah ini juga memperbesar kapasitas tampung saluran saat musim hujan tiba nanti.
Dampak Langsung bagi Petani di Tanjungsari
Para petani di Kecamatan Tanjungsari selama ini mengandalkan irigasi teknis dari saluran primer dan sekunder. Saat kemarau, air kerap tidak sampai ke lahan mereka karena endapan lumpur dan sampah yang menyumbat. Normalisasi ini diharapkan bisa mengembalikan fungsi saluran seperti semula.
Pemkab Bogor menargetkan pekerjaan normalisasi rampung sebelum puncak musim kemarau tiba. Dengan begitu, pasokan air untuk 800 hektare sawah tetap terjaga hingga masa panen.