SUMEDANG — Founder dan CEO Kabar Grup Indonesia (KGI), Upi Asmaradhana, menegaskan bahwa restrukturisasi kementerian yang menempatkan kebudayaan sebagai entitas mandiri di tingkat pusat harus ditangkap sebagai momentum struktural oleh daerah. Ia menyebut budaya bukan lagi sekadar urusan pelestarian, melainkan jangkar utama transformasi ekonomi masa depan.
"Kita berdiri di ambang sejarah baru dalam tata kelola pemerintahan Indonesia. Restrukturisasi kementerian yang menempatkan kebudayaan sebagai entitas mandiri melalui Kementerian Kebudayaan menegaskan satu hal: budaya bukan lagi sekadar urusan pelestarian masa lalu, melainkan jangkar utama transformasi ekonomi masa depan," ujar Upi dalam sambutannya.
Potensi Ekraf Jabar: Rp310 Triliun dengan 6,24 Juta Tenaga Kerja
Secara makroekonomi, Jawa Barat menjadi lokomotif utama ekonomi kreatif (ekraf) berbasis budaya di tingkat nasional. Data yang dipaparkan dalam forum menunjukkan kontribusi sektor ekraf Jabar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai Rp310 triliun, setara 20,73 persen dari total PDB sektor kreatif seluruh Indonesia.
Provinsi ini juga menjadi rumah bagi 6,24 juta tenaga kerja kreatif—populasi produktif terbesar di sektor ini secara nasional—yang mendominasi industri digital dan kriya. "Jawa Barat merupakan lokomotif utama ekonomi kreatif berbasis budaya di tingkat nasional … menjadi tulang punggung industri digital dan kriya," ungkap Upi.
Struktur PAD Sumedang: Rp267 Miliar dari Pajak, Rp237 Miliar dari Retribusi
Meski potensi besar, realitas fiskal di Kabupaten Sumedang masih menunjukkan ketergantungan pada instrumen konvensional. Per Januari 2026, realisasi PAD Sumedang tercatat Rp525,42 miliar, dengan rincian pajak daerah Rp267,94 miliar dan retribusi daerah Rp237,35 miliar. Angka ini baru 76,03 persen dari target tahun 2025 yang dipatok Rp691,07 miliar.
Di sinilah ruang diskusi utama FERJB 2026: bagaimana mengonversi narasi "Sumedang Puseur Budaya Sunda" dari sekadar jargon menjadi instrumen ekonomi modern yang bisa melipatgandakan retribusi dan pajak daerah melalui pengelolaan ekosistem kebudayaan profesional.
Creative Center dan Geo-theater: Infrastruktur Baru untuk Ekonomi Budaya
Pemerintah daerah telah menyiapkan infrastruktur fisik kebudayaan. Creative Center Sumedang di kawasan Sumedang Selatan difungsikan sebagai agregator ekonomi yang mewadahi 16 sub-sektor ekonomi kreatif, mulai dari seni tari, seni lukis, hingga kriya, untuk menaikkan nilai tambah produk lokal.
Sementara itu, proyek Geo-theater di Rancakalong diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis seni pertunjukan dan permainan tradisional. Pendekatan ini menempatkan masyarakat adat, seniman, dan budayawan sebagai aktor ekonomi utama atau pemilik saham, bukan sekadar pelengkap seremonial.
Direktori Bisnis Halal: Katalis Pasar untuk Produk Lokal Sumedang
Sebagai bentuk komitmen dari sektor media dalam Sinergi Pentahelix, KGI melalui unit usaha KabarBursa.com tengah mematangkan peluncuran Direktori Bisnis Halal pada Juli 2026. Platform digital ini disiapkan sebagai katalis pasar ekraf untuk memperluas visibilitas produk kriya, kuliner, dan jasa kreatif lokal Sumedang yang telah mengantongi sertifikasi halal.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap karya tangan perajin Sumedang dan setiap racikan kuliner tradisional kita memiliki visibilitas maksimal di layar ponsel konsumen di seluruh Indonesia," tegas Upi yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia.
Upi menambahkan, arah kemandirian ekonomi berbasis budaya memerlukan integrasi tanpa sekat antara pemerintah, riset teknologi dari akademisi, serta pembuka akses pasar dari kalangan swasta dan media.