MAJALENGKA — Dua dari lima SD binaan Astra Tol Cipali di Kabupaten Majalengka kini hanya berjarak satu langkah lagi menuju status sekolah unggul dan mandiri. SDN Cidenok 2 dan SDN Bongas Kulon 3 telah memasuki tahap akhir pembinaan, yakni Proses Unggul.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo mengatakan, kelima sekolah tersebut tengah menjalani program pembinaan bertahap. Tahapannya dimulai dari Proses Pembinaan, Proses Swapraja, Swapraja, Proses Unggul, hingga puncaknya sebagai sekolah Unggul.
Empat Sekolah di Empat Tahap Berbeda
Adapun tiga sekolah lainnya masih berada di tahap awal hingga menengah. SDN Bongas Wetan 2 saat ini berada di tahap Swapraja, sementara SDN Garawangi 3 dan SDN Lojikobong 2 masih dalam tahap Proses Swapraja.
“Perkembangan ini menunjukkan hasil positif dari proses pembinaan yang dijalankan secara konsisten bersama seluruh pemangku kepentingan sekolah,” kata Ardam dalam keterangan yang diterima di Cirebon, Selasa.
Bukan Sekadar Fasilitas, Tapi Kemandirian Sekolah
Dalam program ini, perusahaan tidak hanya membangun dan merenovasi fasilitas sekolah. Astra Tol Cipali juga menyediakan laptop, proyektor, sound system, dan berbagai perlengkapan penunjang pembelajaran lainnya.
Namun, Ardam menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur semata dari kelengkapan fisik. “Keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari tumbuhnya kapasitas sekolah untuk mengelola dan mengembangkan kualitas pendidikannya secara mandiri setelah proses pembinaan selesai,” ujarnya.
Target: Menginspirasi Sekolah Lain
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Astra Cerdas yang sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan, Astra Sustainability Aspirations. Ardam berharap kelima SD binaan dapat mencapai tahap akhir sebagai sekolah unggul dan mandiri.
“Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan kelima sekolah binaan dapat mencapai tahap akhir sebagai sekolah yang unggul, mandiri, dan mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain di sekitarnya,” kata Ardam.