JAWA BARAT — Program tanggung jawab sosial PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, AURA BRI Peduli, merambah sektor pemberdayaan ekonomi di Bogor. Kali ini, program tersebut menyasar KWT Bina Tani Mysari Pala yang selama ini bergulat dengan komoditas pala mentah. Melalui pendampingan teknis dan pengembangan kapasitas, kelompok ini mulai memproduksi aneka olahan seperti minyak pala, sirup, hingga camilan berbasis pala.
Dari Biji Mentah ke Produk Jadi: Transformasi Kapasitas Produksi
Sebelumnya, mayoritas anggota KWT hanya menjual biji pala kering ke tengkulak dengan harga fluktuatif. Pendampingan dari AURA BRI Peduli mengubah rantai nilai tersebut. Pelatihan meliputi teknik pengolahan pascapanen, standar higienitas produksi, hingga pengemasan produk yang layak jual.
"Kami belajar cara mengolah pala utuh—dari daging buah, biji, hingga fuli—agar tidak ada yang terbuang. Sekarang, satu kilogram pala bisa menghasilkan produk dengan nilai jual tiga kali lipat," ujar Ketua KWT Bina Tani Mysari Pala, Siti Nurjanah, dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (15/4).
Akses Pasar dan Keberlanjutan Bisnis
Tak hanya soal produksi, program ini juga menyasar aspek pemasaran. Anggota kelompok mendapatkan bimbingan dalam strategi penetapan harga, penggunaan media sosial untuk promosi, serta koneksi ke jaringan ritel dan platform digital binaan BRI. Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan bagi para perempuan pelaku UMKM di pedesaan.
Dengan adanya akses pasar yang lebih pasti, para anggota tidak lagi bergantung pada tengkulak. Mereka bisa menentukan harga jual sendiri dan merencanakan produksi berdasarkan permintaan. Inisiatif ini sejalan dengan fokus BRI dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Dampak bagi Pelaku Usaha Mikro di Bogor
Program AURA BRI Peduli di Bogor menjadi contoh nyata intervensi korporasi yang tidak sekadar memberi bantuan, tetapi membangun kapasitas. Bagi pelaku bisnis dan investor, skema pemberdayaan seperti ini menunjukkan potensi pertumbuhan sektor UMKM dari hulu ke hilir. Ketika kelompok usaha kecil mampu naik kelas, rantai pasok menjadi lebih kuat dan nilai tambah ekonomi tetap berada di komunitas lokal.
KWT Bina Tani Mysari Pala kini menargetkan perluasan jangkauan pemasaran ke luar Bogor. Mereka juga mulai menjajaki kerja sama dengan hotel dan restoran di kawasan Puncak dan Sentul untuk memasok produk olahan pala secara rutin.