GARUT — Warga Garut kini tidak perlu bingung mencari nomor darurat saat terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya. Pemkab Garut melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan telah meluncurkan layanan Damkar Siaga yang bisa diakses kapan saja.
Nomor Darurat yang Bisa Dihubungi
Ada dua kanal utama yang disediakan. Pertama, nomor WhatsApp di 08-11-22-55-113. Kedua, sambungan telepon di (0262) 232113. Kedua nomor itu aktif 24 jam nonstop.
Selain itu, masyarakat juga bisa menghubungi pos-pos wilayah yang tersebar di sembilan titik. Mulai dari Pos Garut Kota di (0262) 7291091, UPT Wilayah I Blubur Limbangan, UPT Wilayah II Bungbulang, hingga UPT Wilayah III Pameungpeuk. Pos lainnya berada di Leles, Pangatikan, Malangbong, Cikajang, dan Singajaya.
Instruksi Bupati: Simpan di Ponsel Semua Pejabat
Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., menginstruksikan jajarannya untuk menyebarluaskan nomor darurat ini ke seluruh elemen masyarakat. Surat edaran ditujukan kepada Danrem 062/Tarumanagara, Dandim 0611/Garut, Kapolres Garut, para camat se-Kabupaten Garut, hingga pengelola media resmi pemerintah daerah.
“Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan penanggulangan kebakaran, penyelamatan, dan penanganan keadaan darurat kepada masyarakat,” demikian tertulis dalam surat yang ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat dari Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN tersebut.
Bupati meminta nomor kontak darurat ini disimpan di telepon kantor maupun ponsel para pejabat, pegawai, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa/kelurahan, ketua RW, ketua RT, relawan, serta unsur potensi masyarakat lainnya.
Target: Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
Pemkab Garut berharap layanan ini memudahkan akses masyarakat saat terjadi kebakaran, kejadian penyelamatan (rescue), maupun keadaan darurat lain. Dengan informasi yang tersebar luas, penanganan diharapkan bisa dilakukan secara cepat, tepat, efektif, dan terkoordinasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Garut meningkatkan respons darurat di tengah risiko kebakaran yang kerap terjadi, terutama saat musim kemarau. Warga diimbau untuk menyimpan nomor-nomor tersebut di ponsel masing-masing.