JAWA BARAT — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membeberkan kendala utama aparat saat meredam kerusuhan yang berlangsung hingga subuh itu. Polisi mengaku menahan diri dengan mengedepankan pendekatan humanis demi keselamatan warga sipil dan aset di sekitar lokasi.
"Kami tentunya di dalam melakukan pengelolaan penanganan Kamtibmas banyak hal yang kami pertimbangkan dan kami lebih mengutamakan keselamatan masyarakat, keselamatan jiwa, harta benda, kemudian penghormatan hak asasi manusia," kata Budi di Jakarta, Jumat (28/8).
160 Anak Terjaring, Didominasi Pelajar
Data yang dihimpun polisi menunjukkan hampir separuh dari 322 orang yang diamankan berstatus anak-anak. Mereka ditangani secara terpisah oleh Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya, sementara 162 orang dewasa berusia 18-40 tahun diperiksa Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut pemeriksaan terhadap 315 orang telah dilakukan. Mereka diduga terlibat dalam aksi perusakan di sekitar gedung DPR pada Kamis malam hingga Jumat dini hari.
Polisi Klaim Penindakan Tegas Tetap Jalan
Budi menegaskan ruang peringatan dan imbauan selalu diberikan kepada massa sebelum aparat bergerak. Namun, penindakan hukum tetap dilakukan terhadap mereka yang terbukti melakukan pengrusakan fasilitas umum maupun aset warga.
"Kami lebih mengedepankan imbauan dan humanisme terhadap siapapun, termasuk terhadap perusuh. Dan penindakan hukum yang tegas tentunya kami juga tetap lakukan dengan memperhatikan dan menjunjung tinggi terhadap hak asasi manusia," ungkapnya.
Polisi menyebut puluhan orang yang diamankan telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dikelompokkan ke dalam tujuh klaster berdasarkan peran dan lokasi kejadian saat kerusuhan berlangsung.
Kerusuhan Berlanjut Hingga Subuh
Budi mengakui aparat menghadapi situasi sulit karena massa bergerak sporadis dan memanfaatkan celah di sela-sela pengamanan. Meski demikian, ia memastikan situasi di sekitar Gedung DPR dan kawasan Jakarta telah kembali kondusif sejak Jumat pagi.
Polisi masih mendalami motif dan kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kericuhan yang terjadi setelah aksi unjuk rasa berakhir tersebut. Pemeriksaan terhadap ratusan orang yang diamankan masih terus berlanjut hingga akhir pekan ini.