Pencarian

OJK Panggil Direksi Bank Mantap Buntut Dugaan Penipuan Investasi di Purwokerto

Kamis, 04 Juni 2026 • 21:16:31 WIB
OJK Panggil Direksi Bank Mantap Buntut Dugaan Penipuan Investasi di Purwokerto
OJK memanggil direksi Bank Mantap untuk klarifikasi terkait dugaan penipuan investasi di Purwokerto.

JAWA BARAT — Kasus ini mencuat setelah warga Purwokerto melaporkan adanya tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan tinggi yang menggunakan nama Bank Mantap. OJK kemudian bergerak cepat dengan memanggil jajaran direksi untuk dimintai klarifikasi. Belum ada pernyataan resmi dari pihak bank mengenai detail pemanggilan tersebut.

Kerugian Warga dan Modus Penipuan

Modus yang digunakan pelaku adalah menawarkan produk investasi fiktif dengan dalih bekerja sama dengan Bank Mantap. Korban dijanjikan imbal hasil besar dalam waktu singkat, sehingga banyak warga tergiur menanamkan uangnya. Hingga saat ini, total kerugian yang dialami korban masih dalam pendalaman OJK dan kepolisian.

Beberapa korban mengaku sudah menyetorkan dana mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Mereka baru sadar telah ditipu setelah pelaku tidak bisa dihubungi dan tidak ada pencairan dana sesuai janji. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal.

Langkah OJK dan Tindak Lanjut

OJK memastikan akan terus mengawasi proses hukum yang berjalan dan memeriksa kepatuhan Bank Mantap terhadap regulasi. Panggilan terhadap direksi bertujuan untuk menggali informasi apakah ada celah prosedur yang dimanfaatkan pelaku. Jika terbukti ada kelalaian internal, OJK tidak segan menjatuhkan sanksi administratif.

Selain memanggil direksi, OJK juga berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk mengungkap jaringan pelaku. Masyarakat diimbau untuk melapor jika menemukan tawaran investasi mencurigakan yang mengatasnamakan bank atau lembaga keuangan resmi. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Kasus dugaan penipuan investasi di Purwokerto ini menambah daftar panjang praktik investasi bodong yang merugikan masyarakat. Bank Mantap sendiri merupakan bank hasil merger Mandiri dan Taspen yang fokus pada layanan perbankan bagi pensiunan dan pegawai negeri. Kepercayaan publik menjadi taruhan utama dalam penyelesaian kasus ini.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks