Pencarian

Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu Gelar ASAT Berbasis Laptop, Jadi Landasan Penentuan Kenaikan Kelas

Selasa, 09 Juni 2026 • 13:20:31 WIB
Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu Gelar ASAT Berbasis Laptop, Jadi Landasan Penentuan Kenaikan Kelas
Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu mengikuti ASAT berbasis laptop secara serius.

INDRAMAYU — Suasana berbeda terlihat di ruang kelas Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu, Selasa (9/6/2026). Para siswa tampak serius menatap layar laptop masing-masing, bukan lembar kertas soal. Mereka tengah mengerjakan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) yang digelar secara digital.

Seorang guru terlihat berkeliling, sesekali berhenti untuk menjelaskan petunjuk pengerjaan soal kepada seorang siswi. Proses asesmen berlangsung dengan pengawasan ketat dari pihak sekolah.

ASAT Jadi Penentu Kenaikan Kelas

Pihak sekolah menegaskan bahwa hasil dari ASAT atau Penilaian Akhir Tahun (PAT) ini merupakan salah satu landasan utama dalam menentukan kenaikan kelas siswa. "Ini untuk mengukur capaian kompetensi siswa terhadap pembelajaran yang sudah diberikan selama satu tahun ajaran," ujar seorang guru di lokasi.

Dengan sistem berbasis digital, sekolah berharap proses evaluasi berjalan lebih efisien dan objektif. Para siswa pun tampak antusias mengikuti ujian yang berlangsung tertib tersebut.

Belajar dari Pengalaman Sekolah Rakyat

Penggunaan laptop dalam ASAT ini menjadi catatan tersendiri bagi pengelola pendidikan di Indramayu. Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 mencoba beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meskipun masih berada di wilayah yang tidak semuanya terakses internet cepat.

Pihak sekolah memastikan perangkat yang digunakan telah disiapkan jauh-jauh hari. Tidak ada laporan kendala teknis berarti selama pelaksanaan ujian berlangsung.

Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks